Kompas.com - 19/03/2021, 14:50 WIB
Ilustrasi timbangan, berat badan naik. SHUTTERSTOCK/DMYTRO ZINKEVYCHIlustrasi timbangan, berat badan naik.

Meskipun 0,9–2,3 kg kentang setiap hari tampak seperti banyak, jumlahnya hanya 530–1.300 kalori, jauh lebih sedikit daripada rata-rata asupan harian orang dewasa.

Menariknya lagi, kentang mengandung senyawa proteinase inhibitor 2 yang dapat membantu mengurangi rasa lapar dengan memperlambat pencernaan.

Satu studi menemukan bahwa tikus yang diobati dengan senyawa kentang ini makan lebih sedikit makanan dan kehilangan lebih banyak berat badan dibandingkan dengan tikus yang tidak diobati. Namun, efek ini belum dipelajari pada manusia.

Baca juga: Sukses Turun Berat Badan 12 Kg dalam 3 Bulan, Mau Tiru?

Meskipun diet kentang mungkin efektif untuk menurunkan berat badan dalam jangka pendek, ini bukanlah solusi jangka panjang.

Kentang memang bergizi, tetapi tidak mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk kesehatan yang optimal.

Selain itu, diet sangat rendah kalori telah terbukti memperlambat metabolisme dan menurunkan massa otot. Berat badan kita juga kemungkinan akan naik ketika kita kembali ke pola makan biasa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dampaknya pada tubuh

Karena tidak memberikan gizi atau nutrisi yang cukup, diet kentang memiliki sejumlah masalah yang berdampak buruk pada tubuh.

Adapun dampak buruk dari hanya mengandalkan kentang sebagai satu-satunya sumber makanan adalah sebagai berikut ini.

Baca juga: Tak Perlu Diet Ketat, Ini 10 Trik Ampuh Turunkan Berat Badan

Hubungan tidak sehat dengan makanan

Diet kentang mungkin salah satu diet paling ketat dan sangat sulit untuk diikuti. Yang lebih memprihatinkan, jenis diet ketat ini dapat membuat kita mengembangkan hubungan yang tidak sehat dengan makanan.

Faktanya, diet ketat adalah bentuk pola makan yang tidak teratur yang mengarah pada perilaku tidak sehat lainnya seperti makan secara berlebihan.

Terlebih, perilaku restriktif lainnya dianjurkan pada diet ini, termasuk melewatkan makan dan berpuasa.

Satu hal yang mengejutkan, penulis "Potato Hack: Weight Loss Simplified" bahkan menyarankan bahwa para pelaku diet harus belajar merangkul rasa lapar dan menyerah jika tidak dapat melanjutkan diet.

Baca juga: Pahami Dampak Buruk Menerapkan Pola Makan Fruitarian

Kekurangan nutrisi penting

Kentang memang termasuk komponen bergizi dari diet sehat dan seimbang. Namun, kentang tidak dapat memenuhi semua kebutuhan nutrisi tubuh kita sebab kentang hanya mengandung karbohidrat dan protein.

Meskipun kentang kaya akan vitamin dan mineral tertentu seperti kalium, vitamin C, dan zat besi, beberapa jenis kentang lainnya rendah kalsium, vitamin A, dan vitamin B.

Karena diet kentang hanya diikuti selama tiga sampai lima hari, kecil kemungkinan kita akan mengalami kekurangan nutrisi.

Kendati demikian, tetap saja, kita bisa membuat diri berisiko mengalami beberapa kekurangan nutrisi dan mudah terserang penyakit karena sistem kekebalan tubuh yang rendah.

Baca juga: Dasar Ilmiah Diet Vegan Bikin Awet Muda seperti Sophia Latjuba

• Kehilangan massa otot

Diet kentang sangat populer karena menjanjikan penurunan berat badan yang cepat.

Namun, kehilangan otot biasanya menyertai hilangnya lemak saat berdiet, terutama ketika kalori berkurang secara drastis.

Misalnya, satu penelitian menemukan bahwa 18 persen dari berat badan yang hilang oleh peserta yang menjalani diet sangat rendah kalori, dengan hanya 500 kalori per hari, berasal dari massa tubuh tanpa lemak.

Sebagai perbandingan, orang-orang yang menjalani diet rendah kalori dengan 1.250 kalori per hari hanya kehilangan 8 persen berat badan dari massa tubuh tanpa lemak.

Studi tersebut juga menunjukkan bahwa makan protein ekstra dapat mengurangi kehilangan otot selama pembatasan kalori, tetapi diet kentang kekurangan sumber protein berkualitas yang tinggi.

Baca juga: Bahayanya Kehilangan Massa Otot akibat Diet Ketat

• Naiknya berat badan

Saat mengikuti diet sangat rendah kalori seperti diet kentang, tubuh kita mungkin beradaptasi dengan memperlambat metabolisme dan membakar lebih sedikit kalori.

Studi menunjukkan bahwa perlambatan ini dapat berlangsung selama bertahun-tahun, bahkan setelah mengakhiri diet terbatas kalori dalam waktu yang lama.

Hal ini disebut "termogenesis adaptif" dan dapat membuat penurunan berat badan menjadi sangat sulit dalam jangka panjang.

Faktanya, itu adalah alasan utama mengapa para peneliti memperkirakan bahwa lebih dari 80 persen pelaku diet sangat mudah kembali ke berat badan sebelumnya dari waktu ke waktu.

Baca juga: Awas, Diet Yoyo Bikin Massa Otot Turun dan Massa Lemak Naik

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.