Kompas.com - 20/03/2021, 16:20 WIB
Petugas mendata peserta vaksin COVID-19 saat saat vaksinasi COVID-19 massal Aparatur Sipin Negara (ASN) di Sleman City Hall, Sleman, D.I Yogyakarta, Selasa (9/3/2021). Pemda Sleman menargetkan vaksinasi COVID-19 massal untuk sekitar 3.000 ASN kana selesai pada Rabu (10/3/2021). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/hp. ANTARA FOTO/Andreas Fitri AtmokoPetugas mendata peserta vaksin COVID-19 saat saat vaksinasi COVID-19 massal Aparatur Sipin Negara (ASN) di Sleman City Hall, Sleman, D.I Yogyakarta, Selasa (9/3/2021). Pemda Sleman menargetkan vaksinasi COVID-19 massal untuk sekitar 3.000 ASN kana selesai pada Rabu (10/3/2021). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/hp.

KOMPAS.com - Pasien kanker payudara yang sedang menjalani kemoterapi boleh menjadi penerima vaksin Covid-19. Meski demikian, disarankan untuk melakukannya di minggu kedua pasca pengobatan tersebut.

Dokter Sonar Soni Panigoro, spesialis bedah onkologi, mengatakan jika vaksin Covid aman diberikan untuk penderita kanker payudara yang sedang menjalani kemoterapi.

"Boleh saja menerima vaksin saat sedang kemoterapi," terangnya dalam wawancara terbatas melalui Zoom pada Sabtu (20/03/2021).

Namun, ia mengingatkan pemberian vaksin dilakukan dengan catatan tidak ada kondisi berat pada pasien yang bersangkutan. Hal yang dimaksudkan misalnya saja susah makan, diare atau keluhan lainnya.

Umumnya ada sejumlah keluhan yang dirasakan oleh pasien pasca menjalani kemoterapi.

Baca juga: Masih Pandemi, Bagaimana Ketersediaan Vaksin Covid-19 di Indonesia?

Pasalnya jika pasien tidak sedang dalam kondisi badan yang prima maka akan sia-sia saja. Tubuh tidak bisa membentuk antibodi dengan baik, sesuai dengan yang ditujukan dengan pemberian vaksin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Karena itu, Sonar menyarankan vaksin diberikan pada pekan kedua atau ketiga setelah kemoterapi. Dalam rentang waktu tersebut biasanya pasien sudah dalam kondisi yang baik sehingga siap menerima vaksin Covid-19.

Ia juga menyebutkan salah satu pasiennya ada yang sempat terjangkit Covid-19 saat sedang menjalani sesi kemoterapinya. Saat itu kemudian diputuskan untuk fokus pada penyembuhan virus baru kemoterapinya dilanjutkan.

Sebagaimana dimuat dalam Kompas.com pada (13/02/2021), kemoterapi untuk pasien kanker payudara stadium awal biasanya diberikan setelah operasi. Tujuannya, untuk menghilangkan sisa sel kanker yang kemungkinkan belum bersih setelah pasien dioperasi.

Kemoterapi ini juga berfungsi mencegah kanker kembali menyerang.

Baca juga: Penyintas Kanker Payudara Bisa Tetap Beraktivitas secara Normal

Meski demikian, dalam beberapa kasus, kemoterapi diberikan sebelum operasi. Gunanya untuk meminimalkan tumor sehingga jaringan yang diangkat lebih sedikit.

Sedangkan untuk pasien kanker payudara stadium lanjut, kemoterapi digunakan untuk membasmi sel kanker yang telah menyebar sebanyak mungkin.

Seperti kemoterapi untuk pasien kanker payudara stadium awal, prosedur penanganan untuk pasien stadium lanjut juga berbeda-beda, disesuaikan kondisi masing-masing.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.