Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Agar Anak Aman Berinteraksi dengan Temannya di Masa Pandemi

Kompas.com - 23/03/2021, 08:29 WIB
Ryan Sara Pratiwi,
Lusia Kus Anna

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan mengubah cara hidup manusia. Rumah dan keluarga menjadi pusat aktivitas, baik untuk bekerja, belajar, atau pun bersosialisasi yang kini dilakukan secara virtual.  

Proses pembelajaran jarak jauh membuat anak-anak kehilangan interaksi sosial dengan teman sebayanya.

"Membantu anak-anak untuk tetap menjalin pertemanan dengan cara yang realistis merupakan tantangan selama masa pandemi," kata psikolog klinis Rebecca Kennedy kepada Yahoo Life.

Apabila anak kita —terutama para remaja— mulai merindukan teman-temannya itu bukanlah kesalahan kita dalam mengasuh mereka. Tetapi, interaksi sosial memang penting di usia ini.

Seorang psikolog klinis di Child Mind Institute, Janine Domingues mengatakan, bahwa sebagai makhluk sosial kita sangat membutuhkan koneksi dengan sesama untuk menghindari stres.

Baca juga: Punya Banyak Teman Bisa Bikin Sehat

"Memiliki hubungan pertemanan juga dapat mengajarkan anak-anak banyak keterampilan dalam memecahkan masalah maupun bekerja sama," terangnya.

Oleh sebab itu, jika anak-anak sudah mulai bosan di rumah dan ingin berinteraksi dengan temannya, cobalah beberapa tips yang dapat membantu anak tetap bersosialisasi dengan aman seperti berikut ini.

1. Rencanakan panggilan dengan teman

Kita bisa memanfaatkan panggilan virtual melalui aplikasi FaceTime atau Zoom agar anak-anak semakin mudah mengobrol bersama dengan temannya.

Namun, bagi anak-anak yang lebih kecil, mungkin sulit bagi mereka untuk mempertahankan percakapan dengan teman secara online seperti yang dilakukan anak-anak yang lebih besar.

Itulah mengapa kita dapat menggunakan aplikasi lain yang menyediakan tempat bermain online supaya tidak terlalu canggung untuk terhubung dengan temannya.

Anak yang lebih besar juga bisa bermain secara virtual, misalnya melakukan permainan game online. Namun, tetap batasi waktunya.

Baca juga: 7 Tanda Remaja Alami Depresi, Orangtua Harus Cermat

IlustrasiShutterstock Ilustrasi

2. Temukan sahabat pena

Bagi anak-anak yang suka menulis surat dan ingin mendapat teman baru, bicarakan dengannya tentang memiliki sahabat pena dari negara lain.

Beberapa organisasi juga dapat membantu mencocokkan anak-anak di seluruh dunia satu sama lain untuk bisa menjadi sahabat pena.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com