Kompas.com - 24/03/2021, 10:59 WIB
Ilustrasi Thinkstockphotos.comIlustrasi

KOMPAS.com - Melamun dianggap sebagai kegiatan yang membuang-buang waktu dan tidak produktif. Ketika melamun, seseorang kehilangan fokus dan tidak memerhatikan sesuatu di sekitarnya.

Namun faktanya, kita lebih sering melamun daripada yang disadari. Hampir 50 persen di hidup dihabiskan dengan melamun.

Temuan tersebut terungkap dari studi yang dilakukan dua peneliti Harvard di tahun 2010.

Pakar kesehatan mental menjelaskan segala hal yang berkaitan dengan kebiasaan melamun, termasuk manfaat yang bisa diperoleh dari melamun.

Baca juga: Didi Kempot: Kalau Patah Hati, Jangan Melamun Terlalu Lama

Apa sebenarnya melamun itu?

"Lamunan adalah fantasi atau gambaran mental tentang masa depan," jelas Gabriele Oettingen, PhD, profesor psikologi di New York University.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia juga penulis "Rethinking Positive Thinking: Inside the New Science of Motivation."

Di sela-sela rapat secara virtual dengan rekan kerja dan atasan, kemungkinan kita pernah memikirkan apa yang mau kita masak untuk makan malam nanti, atau memikirkan tagihan bulanan.

"Anda bisa melamun tentang masa lalu, apa yang terjadi di masa sekarang, tetapi kita sering melamun tentang masa depan," tutur Oettingen

"Lamunan adalah pemikiran dan gambaran bebas, tidak dibatasi oleh pengalaman kita."

Baca juga: Tak Disangka! Orang yang Sering Melamun Ternyata Lebih Cerdas

Melamun maladaptif

Melamun dapat menjadi masalah saat kita mulai merenung atau mengkhawatirkan pikiran kita, dan itu dapat menyebabkan kecemasan dan depresi.

"Ketika Anda membiarkan pikiran mengembara, ada baiknya memerhatikan ke mana perginya," ujar Leslie Ellis, PhD, psikoterapis, guru, dan penulis "A Clinician's Guide to Dream Therapy."

IlustrasiThinkstockphotos Ilustrasi

Dalam kasus yang parah, mengkhawatirkan pikiran secara berlebihan bisa memicu lamunan maladaptif, kondisi kejiwaan di mana lamunan begitu kuat sampai mengalihkan perhatian kita dari kehidupan nyata.

Jika kita menghabiskan berjam-jam untuk melamun, mengabaikan hubungan dan tanggung jawab di kehidupan nyata, itu bisa menandakan kita membutuhkan bantuan ahli.

Hal yang sama berlaku jika kita terus-menerus merasa khawatir atau otak selalu dipenuhi pikiran negatif.

Baca juga: Berkhayal Bisa Mengurangi Kebahagiaan

Manfaat melamun

Kebiasaan apa pun sebaiknya tidak dilakukan berlebihan, termasuk melamun. Selama kita melakukannya dengan tepat, melamun dapat bermanfaat bagi kesehatan mental.

1. Meningkatkan kreativitas

Kita jarang menyadari ada beberapa ide terbaik datang saat kita tidak memikirkannya. Misalnya, ketika kita sedang mandi, tiba-tiba kita mengetahui cara menyelesaikan masalah yang mengganggu di kantor.

"Dengan melamun, pikiran kita dapat membuat hubungan yang sedikit lebih jauh di luar sana," jelas Ellis.

"Kita bisa menyatukan hal-hal yang biasanya tidak akan kita gabungkan."

Sebuah studi yang dilakukan UC Santa Barbara meminta partisipan dalam kelompok kontrol membiarkan pikiran mereka mengembara saat mencoba menyelesaikan tugas kreatif.

Hasilnya, partisipan di dalam kelompok tersebut memiliki performa lebih baik 41 persen daripada kelompok yang tidak melamun.

Jadi, apabila kita sudah mencoba mengatasi masalah dengan berfokus, mungkin perlu mengalihkan pikiran sejenak.

Baca juga: Rasa Bosan Ternyata Bikin Kita Lebih Kreatif

2. Membantu mengatasi kecemasan

Dalam sebuah studi tahun 2016 dari University of British Columbia, para peneliti menemukan fakta menarik.

Temuan itu mengungkap, dengan membiarkan pikiran kita menjauh dari stres atau pikiran negatif, kita dapat mengurangi kecemasan.

3. Memperkuat hubungan

Sebuah studi tahun 2016 meneliti apakah melamun bisa menjadi pengganti di saat seseorang yang dicintai tidak berada di dekat kita.

Hasilnya, orang yang melamun atau membayangkan pasangannya mengalami peningkatan perasaan cinta, koneksi, dan rasa memiliki.

"Ketika kita membayangkan sesuatu yang kaya dengan gambar yang jelas dan bahkan jika kita dapat melibatkan indera lain, otak kita tidak membedakannya dari kenyataan," kata Ellis.

"Jika kita membayangkan hubungan yang benar-benar tulus dengan seseorang, rasanya seperti kita memang memilikinya."

Jika kita tidak dapat melihat sahabat atau pasangan saat ini, membayangkan mereka dapat membantu menjaga hubungan tetap kuat.

Baca juga: Tertawalah, Agar Sehat Tubuh dan Pikiran!

Ilustrasi berpikir positifshutterstock Ilustrasi berpikir positif

4. Membuat kita lebih produktif

Sebuah studi baru-baru ini dari Georgia Institute of Technology menemukan, orang yang bisa beristirahat sejenak dengan melamun akan merasa lebih segar.

Orang itu juga akan memperoleh energi untuk menjalankan aktivitas berikutnya.

Jadi, apabila kita merasa lelah atau kesulitan di tempat kerja, tidak ada salahnya sedikit melamun.

Baca juga: Kenali, 4 Problem yang Bikin Tidak Semangat Kerja

5. Lebih bahagia di tempat kerja

Melamun saat bekerja bisa meningkatkan suasana hati kita. Penelitian menyimpulkan, melamun dapat meningkatkan kesejahteraan karyawan dan menciptakan kepuasan kerja jangka panjang.

6. Membantu mencapai tujuan kita

"Jika Anda ingin memenuhi keinginan, mulailah dengan melamun, kemudian temukan hambatan Anda," kata Oettingen.

Ia melakukan penelitian selama 20 tahun dan menemukan bahwa berfantasi sendirian akan menghilangkan motivasi ketika harus membuat perubahan atau mencapai tujuan.

Daripada hanya melamun tentang apa yang diinginkan, Oettingen menyarankan untuk menggunakan strategi berbasis sains yang disebut WOOP.

Dari strategi Oettingen, kita dianjurkan mengidentifikasi keinginan kita (wish), kemudian membayangkan hasil terbaik (outcome) dan hambatan (obstacle), serta menyusun rencana (plan) untuk mengatasi hambatan itu.

Baca juga: Ngopi dalam Suasana Tenang Terasa Lebih Nikmat, Ini Sebabnya



Sumber Glamour
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X