Kompas.com - 25/03/2021, 12:45 WIB
Gambar yang dirilis Harpo Productions memerlihatkan dari kiri Pangeran Harry, Meghan Markle, dan Oprah Winfrey. Wawancara Oprah with Meghan and Harry. A CBS Primetime Special disiarkan pada 7 Maret 2021 di Amerika Serikat. AP PHOTO/HARPO PRODUCTIONS/Joe PuglieseGambar yang dirilis Harpo Productions memerlihatkan dari kiri Pangeran Harry, Meghan Markle, dan Oprah Winfrey. Wawancara Oprah with Meghan and Harry. A CBS Primetime Special disiarkan pada 7 Maret 2021 di Amerika Serikat.

KOMPAS.com - Setelah keluar dari Kerajaan Inggris, Pangeran Harry dikabarkan memiliki pekerjaan baru sebagai chief impact officer di sebuah perusahaan start up bernama BetterUp.

BetterUp merupakan salah satu perusahaan asal Amerika Serikat yang sudah berdiri sejak tahun 2013.

Perusahaan itu bergerak untuk menyediakan jasa pelatihan dan layanan kesehatan mental.

Baca juga: Pangeran William Bantah Pernyataan Pangeran Harry

Saat ini, perusahaan tersebut memiliki sekitar 2.000 pelatih yang menawarkan layanan dalam 49 bahasa di 66 negara.

Posisi chief impact officer ini jarang ditemui di dunia korporat, dan biasanya terlihat lebih umum ada pada organisasi nirlaba seperti Amnesty International.

Dalam sebuah pernyataan, putra kedua dari Pangeran Charles itu mengaku amat bersemangat untuk menjalankan peran barunya tersebut.

Seperti yang telah diberitakan, Harry dan istrinya, Meghan Markle telah mundur sebagai anggota senior keluarga Kerajaan Inggris sejak bulan Maret tahun lalu.

Pasangan tersebut juga membeberkan masalah rasisme dalam keluarga yang menjadi salah satu alasan mundur.

Baca juga: Kerinduan Pangeran William terhadap Pangeran Harry

Hal itu diungkapkan dalam wawancara dengan Oprah Winfrey di awal bulan ini.

Dalam wawancara tersebut, mereka menyebut seorang anggota keluarga kerajaan —yang tidak disebutkan namanya—  menanyakan seberapa gelap kulit putra mereka Archie, sebelum dia lahir.

Mendukung kesehatan mental

Dengan peran barunya ini, Pangeran Harry ingin lebih banyak berkontribusi terhadap masalah kesehatan mental.

Dia akan fokus untuk mengangkat dialog kritis seputar kesehatan mental, dan membangun komunitas yang mendukung kesehatan mental.

Harry juga menyebut niatan untuk menumbuhkan lingkungan yang memiliki percakapan yang jujur.

Baca juga: Rayakan Hari Ibu, Pangeran Harry Kirim Bunga ke Makam Putri Diana

"Pangeran Harry tidak akan mengelola atau menerima laporan langsung dari karyawan, tetapi dia akan berada di kantor pusat di San Francisco."

Demikian dikatakan CEO BetterUp, Alexi Robichaux kepada Wall Street Journal.

Menurut dia, sebagai chief impact officer pertama perusahaan, Pangeran Harry diharapkan memiliki saran untuk strategi produk dan kontribusi amal.

Dia pun diharapkan mampu melakukan advokasi publik mengenai kesehatan mental.

Pangeran Harry sebelumnya telah meluncurkan Invictus Games yang bertujuan agar anggota angkatan bersenjata menggunakan olahraga untuk rehabilitasi psikologis dan fisik.

Dia juga sering kali terlibat dalam kegiatan advokasi publik tentang masalah kesehatan mental.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.