Kompas.com - 27/03/2021, 13:00 WIB
Ilustrasi timbangan katiko-dpIlustrasi timbangan

Kendati demikian, kita bisa menghindari makanan yang diproses atau diolah seperti camilan dan makanan kaleng.

Sebaliknya, berfokuslah pada protein dan serat sebagai cara yang baik untuk memulai diet.

Diet rendah lemak

Sebagai antropolog, Pontzer banyak mengamati kehidupan manusia purba dan suku di dunia, salah satunya adalah orang-orang Hadza di Tanzania.

Kebanyakan orang Hadza berburu daging, mencari umbi-umbian, buah berry dan madu, yang ternyata merupakan makanan tinggi karbohidrat atau rendah lemak.

Mereka mendapatkan 65 persen lebih banyak kalori dari karbohidrat, sementara dari lemak hanya sekitar 20 persen.

Maka, tidak heran apabila orang-orang Hadza memiliki jantung yang sangat sehat, tidak mengalami obesitas, dan memiliki berat badan yang sama selama masa dewasanya.

Baca juga: Es Krim Rendah Kalori Bantu Penurunan Berat Badan, Benarkah?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mematuhi program diet tentu saja sangat sulit dilakukan. Apalagi, sekarang ini semakin banyak bermunculan makanan lezat yang dirancang untuk dimakan secara berlebihan.

Ketika kita tidak yakin persis berapa banyak yang harus dimakan, kita telah berevolusi untuk melakukan kesalahan dalam hal makan lebih banyak.

Tetapi, apa pun itu dietnya —rendah karbohidrat, rendah lemak, vegan, puasa intermiten, paleo, atau mediterania— pilihlah yang memungkinkan kita makan lebih sedikit kalori dalam jangka panjang.

Hal itu penting supaya proses diet yang kita pilih dapat membantu menurunkan berat badan.

Tetaplah berolahraga

Meski olahraga saja tidak cukup menurunkan berat badan, Pontzer menegaskan, olahraga tetap penting untuk dilakukan.

Baca juga: Minum Red Wine Bisa Turunkan Berat Badan, Apa Benar?

Paling tidak, olahraga dapat membuat tubuh lebih bugar dan kuat dalam mencegah penyakit.

"Jika kita ingin menjaga kesehatan jantung, menjaga pikiran tetap tajam, dan dapat mencapai usia 50-an atau 60-an dengan sehat, maka kita benar-benar membutuhkan olahraga," imbuh Pontzer.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Sumber Today
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.