Kompas.com - 28/03/2021, 16:13 WIB
Seorang wartawan disuntik vaksin COVID-19 di Hall Basket, Senayan, Jakarta, Kamis (25/2/2021). Sebanyak 5.500 awak media di Jakarta akan menerima vaksin COVID-19 secara bertahap. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/hp. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho GumaySeorang wartawan disuntik vaksin COVID-19 di Hall Basket, Senayan, Jakarta, Kamis (25/2/2021). Sebanyak 5.500 awak media di Jakarta akan menerima vaksin COVID-19 secara bertahap. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/hp.

KOMPAS.com - Program vaksinasi Covid-19 terus diperluas di Indonesia. Vaksinasi memang bertujuan memicu kekebalan tubuh sehingga mengurangi risiko keparahan jika terinfeksi Covid-19.

Walau demikian, para ahli mengingatkan agar kita tetap menjaga protokol kesehatan walau sudah mendapatkan vaksinasi lengkap (dua dosis).

Sebelum kamu memutuskan untuk nongkrong dengan teman atau liburan, sangat penting untuk mengetahui jangka waktu tubuh mencapai kekebalan maksimum setelah divaksin. Selain itu, ada baiknya bertemu dengan orang yang sudah divaksin ketimbang yang belum.

“Untuk vaksin Pfizer atau Moderna, kamu harus menunggu setidaknya 2 minggu dari dosis kedua,” kata Dr. Krystina Woods, ahli epidemiologi rumah sakit dan direktur medis pencegahan infeksi di Mount Sinai West di New York City.

Baca juga: Ramai soal Antibodi Disebut Turun Setelah Disuntik Vaksin, Ini Penjelasan Ahli

Sementara itu, pakar biologi molekuler Indonesia Ahmad Utomo menjelaskan, antibodi akan terbentuk dengan maksimal setelah kita mendapat vaksin Sinovac dosis kedua.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ahmad Utomo menyebut, munculnya sistem imun setelah divaksinasi berbeda pada masing-masing orang.

"Mayoritas belum banyak yang muncul (pada vaksin dosis I) dan sebagian orang sudah muncul. Tapi biasanya, munculnya antibodi setelah vaksin kedua lebih banyak," kata Ahmad, Jumat (26/3/2021) kepada Kompas.com.

Pertimbangan nongkrong atau aktivitas outdoor

Menurut CDC, aman bagi orang yang divaksinasi penuh untuk mengunjungi orang lain yang telah divaksinasi penuh di dalam ruangan tanpa masker atau jarak fisik. Tetapi, para ahli mengatakan ada beberapa faktor lain yang perlu dipertimbangkan.

Salah satunya adalah apakah kamu atau teman kamu memiliki kondisi kesehatan yang membuatnya berisiko lebih tinggi terkena penyakit serius jika terinfeksi virus.

Baca juga: IDI: Belum Ada Kepastian Penerima Vaksin Covid-19 Tak Menularkan Virus ke Orang Lain

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.