Kompas.com - 29/03/2021, 05:56 WIB
Donna Powell (56) bekerja di dalam mobilnya karena merasa tidak mendapatkan lingkungan kerja yang mendukung di rumahnya. TANGKAP LAYAR NOTTHINGHAMSHIRELIVEDonna Powell (56) bekerja di dalam mobilnya karena merasa tidak mendapatkan lingkungan kerja yang mendukung di rumahnya.

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 memaksa banyak orang untuk tidak bekerja di kantor dan beralih tempat kerja di rumah.

Pada awalnya, bekerja di rumah mungkin terasa nyaman dan santai. Namun, lama-kelamaan, pola ini juga menimbulkan kejenuhan karena berbagai hal.

Donna Powell (56) adalah salah satunya. Wanita asal Nottingham ini merasa "terpenjara" di rumahnya sendiri dan tak betah menjalankan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah.

Ia mulai WFH sejak April 2020. Namun, Donna merasa lingkungan rumahnya begitu tidak kondusif untuk bekerja.

Misalnya, ia kesulitan menemukan latar belakang yang tepat untuk panggilan Zoom karena ruang tamunya terlalu gelap dan kebunnya tidak cocok digunakan karena banyak peralatan berkebun.

Salah satu anaknya juga menjalani sekolah dari rumah dan anaknya yang lain menjalani pekerjaan layanan pelanggan di kamarnya.

Semua itu membuatnya "gila" dan akhirnya memutuskan untuk bekerja di mobil.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya rasa, lebih baik saya duduk di mobil. Jadi saya melakukannya dan begitulah awal mulanya," ungkap Donna, seperti dilansir NottinghamshireLive.

Baca juga: Jangan Anggap Sepele Pegal dan Nyeri Otot Kala WFH

Wanita yang bekerja di Carers Federation itu "menyulap" Ford Focus miliknya jadi tempat kerja mungil yang nyaman.

Untuk bekerja, ia tersambung dengan WiFi rumahnya dan memutar CD atau radio di mobil.

Donna bekerja di kursi agar ruang yang dimilikinya kebih luas. Demi menambahkan kenyamanan, ia menghias mobilnya dengan bantal, buku-buku motivasi, diffuser, hingga camilan untuk menemani waktu kerjanya seharian.

Sejak bekerja di mobil, Donna mengaku suasana hatinya berubah secara dramatis dan hal ini berdampak baik terhadap pekerjaannya.

Dulu, kata Diana, mobil kerap ia asosiasikan dengan sesuatu yang bikin stres karena dirinya selalu berkendara ke tempat kerja.

Namun, hal itu berubah di masa pandemi.

"Kini, mobil adalah "gua" dan perlindungan saya. Terkadang saya hanya duduk di mobil hingga malam hari sambil mendengarkan musik, mengapresiasi matahari terbenam ketika tiba," ucapnya.

Baca juga: Selama WFH, Istirahatkan Mata Tiap 2 Jam

Menghilangkan stres WFH

Donna bukan satu-satunya orang yang merasa stres, atau bahkan bosan, cemas dan tak betah bekerja di rumah.

Untuk itu, National Health Services (NHS) membagikan beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menghilangkan stres WFH.

Salah satunya adalah mendedikasikan satu ruangan untuk bekerja, seperti yang dilakukan Donna.

Jika memungkinkan, ruang tersebut jauh dari orang lain dan distraksi, seperti televisi atau dapur yang "mengundang" kita untuk mencari camilan.

Agar kerja tidak terganggu, persiapkan segala hal yang Anda butuhkan dan buat ruangan tersebut senyaman mungkin.

Meskipun duduk di sofa empuk terdengar nyaman, namun disarankan untuk duduk di meja kerja yang posisinya nyaman.

Tidak memisahkan waktu kerja dan pribadi ketika work from home (WFH) membuat seseorang rentan mengalami stres.PEXELS/ANDREA PIACQUADIO Tidak memisahkan waktu kerja dan pribadi ketika work from home (WFH) membuat seseorang rentan mengalami stres.

Jika cara tadi tak bisa menghilangkan stres WFH yang Anda alami, cobalah melakukan beberapa cara lain, di antaranya:

1. Disiplin dengan waktu rutin: tanpa jadwal yang tersusun rapi, maka Anda akan sulit memisahkan waktu kerja dan pribadi, sehingga akan menimbulkan stres berlebih.

2. Luangkan waktu jeda: seseorang rentan mengalami jenuh jika terus-menerus bekerja sepanjang hari. Oleh karena itu, luangkanlah waktu jeda. Tak perlu lama-lama, cukup 5 hingga 10 menit cukup mengangkat produktivitas kita. Jika memungkinkan, pergilah ke luar untuk menghirup udara segar sambil menggerakkan badan, entah itu berjalan, lari, bersepeda, atau sekadar ngopi.

3. Bersosialisasi: hal ini penting untuk menjaga kesehatan mental Anda dan mengetahui bahwa momen penuh stres ini tak Anda lalui sendiri saja. Jadi, luangkan waktu untuk bersosialisasi, meskipun secara virtual.

4. Buat batasan dengan keluarga: WFH di rumah yang dihuni anggota keluarga lain bisa sangat sulit. Di satu sisi, kita mungkin akan menikmati waktu kerja yang lebih fleksibel, namun di sisi lain distraksinya akan lebih besar. Maka, buatlah batasan dengan aktivitas di luar pekerjaan.

5. Pikirkan jangka panjang: kita semua belum tahu kapan pandemi berakhir dan kapan WFH akan usai. Oleh karena itu, cobalah berpikir untuk jangka panjang. Berinvestasilah dengan menyediakan keperluan penunjang agar pekerjaan Anda menjadi lebih ringan.

6. Bersikap baik dengan diri sendiri: akui bahwa Anda mungkin tidak bisa mencapai produktivitas sebelum pandemi. Sambil berusaha tetap produktif, bersikaplah realistis tentang apa yang dapat Anda capai di keadaan sekarang dan bersantailah ketika pekerjaan Anda berhasil diselesaikan.

Baca juga: Tips Atasi Jenuh dan Cara Lebih Produktif Saat WFH



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.