Kompas.com - 29/03/2021, 11:41 WIB
Ilustrasi anak belajar daring, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama pandemi Covid-19. SHUTTERSTOCK/TRAVELPIXSIlustrasi anak belajar daring, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama pandemi Covid-19.
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Sejak pandemi Covid-19 melanda selama setahun terakhir ini, banyak anak yang harus melakukan pembelajaran jarak jauh secara virtual.

Hal itu ternyata sulit bagi sebagian anak, dan mungkin berpengaruh pada mental mereka. Bahkan, beberapa orangtua mulai melihat efek emosional dan perilaku pada anak-anak mereka.

Sebuah studi baru dari Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) menunjukkan bahwa anak-anak yang menjalani sekolah virtual —baik penuh waktu atau paruh waktu— melaporkan peningkatan risiko kesehatan mental.

Baca juga: 6 Cara Sederhana Mencegah Anak Stres karena PJJ

Penelitian tersebut dilakukan pada bulan Oktober dan November tahun 2020 yang melibatkan 1.290 orangtua dengan anak-anak berusia antara 5 dan 12 tahun.

Sebanyak 45,7 persen orangtua mengatakan bahwa anak-anak mereka hanya mengikuti sekolah virtual, 30,9 persen melakukan sekolah tatap muka saja, dan 23,4 persen melakukan kombinasi pembelajaran virtual maupun tatap muka.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hasilnya, studi itu menemukan bahwa hampir 25 persen orangtua dengan anak-anak yang mengikuti sekolah virtual melaporkan adanya masalah kesehatan emosional dan mental anak-anak mereka.

Para orangtua juga melaporkan bahwa anak-anak mereka cenderung tidak bisa menghabiskan waktu untuk bermain di luar dan bertemu teman-teman mereka secara fisik.

Baca juga: Mengenali Masalah Emosi Anak di Masa Pandemi, dan Cara Mengatasinya

Temuan studi itu memunculkan perhatian pada kesejahteraan anak-anak secara keseluruhan selama pandemi Covid-19 berlangsung.

Kendati demikian, bukan hanya anak-anak saja yang stres dalam menghadapi pandemi yang tidak kunjung berakhir ini.

Para orangtua juga melaporkan kesusahan mereka sendiri seperti kesulitan tidur dan banyak kekhawatiran tentang pekerjaan.

Hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan sekaligus kewajiban membantu sekolah virtual membuat orangtua benar-benar merasa stres.

Selain itu, banyak orangtua, khususnya para ibu yang harus kehilangan pekerjaannya demi merawat anak-anak mereka di tengah pandemi.

Meski demikian, kegiatan virtual masih dianggap paling aman untuk menghindari penularan Covid-19.

Baca juga: 5 Langkah Mengatasi Stres pada Anak Praremaja di Masa Pandemi



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X