Kompas.com - 30/03/2021, 13:42 WIB
Ilustrasi perempuan melajang yuriyzhuravovIlustrasi perempuan melajang

KOMPAS.com - Perempuan yang betah hidup melajang memang kerap jadi perhatian lingkungan sosial. Kondisi ini bukan hanya terjadi di Indonesia saja namun juga di Amerika Serikat, Eropa, Korea Selatan, dan Jepang.

Beberapa tahun belakangan menunjukkan adanya tren lebih banyak wanita yang betah hidup melajang.

Kini kaum hawa tak lagi seperti dulu yang digambarkan harus menikah dan memiliki anak untuk melengkapi hidupnya.

Sejumlah publik figur juga tak ragu menyatakan rasa percaya dirinya untuk tetap hidup sendiri.

Meski tak berarti anti pada pernikahan, mereka merasa hidupnya tetap bahagia meski tanpa pasangan atau pernikahan.

Baca juga: 10 Alasan Kenapa Perempuan Memilih Hidup Melajang

Namun masih ada stigma bahwa being single identik dengan perasaan kesepian. Hal ini yang kemudian memunculkan perasaan kasihan, hal yang sebenarnya amat dibenci oleh para single.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sulit bagi masyarakat menyadari bahwa menjadi lajang adalah pilihan mereka. Dibandingkan terjebak pada pasangan yang salah, para perempuan ini memutuskan untuk menikmati hidupnya sendiri.

Riset Dr. Elyakim Kislev, profesor di Universitas Ibrani Yerusalem membuktikan hal ini. Dikatakan jika hidup melajang memberikan kesempatan seseorang untuk mendefinisikan dirinya sendiri.

"Anda tidak harus kesepian, dan Anda tidak gagal. Menjadi lajang bisa menjadi keuntungan alih-alih sumber penderitaan," jelasnya seperti dilansir dari CNN pada Selasa (30/03/2021).

Hidup sendiri tidak selalu memberikan perasaan kesepian. Sebaliknya, persepsi akan hidup sendiri lah yang memunculkan perasaan kesepian itu.

Baca juga: Lama Melajang Bukan Pertanda Buruk dalam Asmara...

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.