Kompas.com - 31/03/2021, 08:05 WIB
Ilustrasi diet keto ThitareeSarmkasatIlustrasi diet keto
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Diet keto atau ketogenik adalah diet yang menerapkan pola makan rendah, namun tinggi lemak dengan tambahan protein sedang.

Karbohidrat biasanya dikurangi menjadi 20 hingga 50 gram per hari, ketika menjalani diet ini.

Diet keto ini juga cukup familiar di berbagai kalangan untuk menurunkan berat badan dan juga meningkatkan kesehatan tubuh.

Hal ini telah terbukti oleh sejumlah penelitian bahwa diet keto bisa membantu penurunan berat badan dan dapat meningkatkan kesehatan jantung dan kontrol gula darah.

Baca juga: 6 Hal yang Terjadi Pada Tubuh Saat Melakukan Diet Ketogenik

Agar diet keto kamu berjalan dengan baik dan berhasil, ada baiknya kamu mengintip 8 hal yang bisa buat diet ini gagal:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Makan terlalu banyak karbohidrat

Diet keto memang menekankan kita untuk mengurangi konsumsi karbohidrat. Untuk itu, jika kamu masih belum bisa mengontrolnya, tentu diet keto tidak akan berhasil.

Untuk mencapai keadaan ketosis yaitu keadaan metabolik di mana tubuh membakar lemak untuk energi alih-alih glukosa, asupan karbohidrat harus dikurangi secara drastis.

Fakta yang perlu diketahui adalah ketika menjalani diet keto, kita hanya bisa mengkonsumsi 5 persen karbohidrat untuk memenuhi kebutuhan kalori kita.

Hal ini sangat berbeda dengan rekomendasi diet standar bahwa 45–65% kalori berasal dari karbohidrat. 

Tentu ini akan sedikit sulit dijalani saat pertama kali memulainya. Namun, untuk mencapai dan mempertahankan ketosis, karbohidrat harus dikurangi hingga batas yang disarankan.

Untuk mengontrol diet keto, kamu bisa menggunakan beberapa aplikasi untuk penghitung karbohidrat agar lebih mudah nantinya.

Baca juga: 4 Tips Kurangi Karbohirat Tanpa Diet Keto yang Ketat

2. Tidak makan makanan bergizi

Apa pun rencana diet yang diikuti, kunci penurunan berat badan yang sehat adalah mengonsumsi makanan yang bergizi dan lengkap.

Sebaliknya, menambahkan makanan seperti snack bar, makanan penutup dan makanan kemasan lainnya di antara waktu makan dapat menggagalkan upaya penurunan berat badan dengan kalori ekstra yang terkandung.

Makanan cepat saji yang memang begitu lezat dikonsumsi, justru akan memperlambat rencana penurunan berat badan. Makanan ini miskin nutrisi, artinya tinggi kalori tetapi rendah vitamin, mineral, dan antioksidan.

Untuk mengoptimalkan asupan nutrisi kamu sambil menurunkan berat badan dengan diet keto, pertahankan makanan sehat dan lengkap tanpa terlalu banyak pemrosesan.

Produk susu berlemak penuh, telur, ikan, daging, unggas, dan makanan berlemak sehat seperti alpukat dan minyak zaitun adalah pilihan yang bagus.

Pastikan untuk menambahkan sayuran seperti sayuran hijau, brokoli, paprika, dan jamur ke dalam menu makanan untuk menambah nutrisi dan serat.

Baca juga: Diet Keto tapi Berat Badan Tak Kunjung Turun? Mungkin Ini Alasannya

3. Mengonsumsi terlalu banyak kalori

Saat mencoba menurunkan berat badan, sangat penting untuk mengurangi kalori. Ini dapat dicapai dengan mengurangi jumlah yang dikonsumsi atau mengeluarkan lebih banyak kalori melalui aktivitas fisik.

Jika kamu memutuskan untuk diet keto, tetapi tidak memperhatikan asupan kalori, berat badan tentu tidak akan turun.

Pasalnya, banyak makanan yang direkomendasikan untuk diet keto --termasuk alpukat, minyak zaitun, produk susu berlemak penuh, dan kacang-kacangan-- sebenarnya mengandung kalori tinggi.

Kebanyakan orang merasa kenyang setelah makan makanan ketogenik karena efek pengisian lemak dan protein.

Namun, sangat mungkin kamu malah mengonsumsi terlalu banyak kalori pada diet ketogenik dengan mengonsumsi porsi yang terlalu besar atau ngemil makanan berkalori tinggi terus-terusan.

Memperhatikan ukuran porsi, meningkatkan aktivitas fisik, dan ngemil secukupnya dapat membantu menciptakan defisit kalori yang diperlukan untuk menurunkan berat badan.

Baca juga: Mengapa Diet Keto Tak Efektif untuk Jangka Panjang?

4. Memiliki masalah medis yang tidak terdiagnosis

Diet ketogenik adalah alat penurunan berat badan yang efektif. Namun, jika kamu mengalami kesulitan menurunkan berat badan meskipun telah melakukan semuanya dengan benar, ada baiknya kamu konsultasikan ke dokter mengenai ini.

Hipotiroidisme, sindrom ovarium polikistik (PCOS), sindrom Cushing, depresi dan hiperinsulinemia (kadar insulin tinggi) adalah masalah medis yang dapat menyebabkan penambahan berat badan dan mempersulit penurunan berat badan.

Jika kamu didiagnosis mengalami masalah medis seperti di atas, kamu tak perlu khawatir.

Karena melalui manajemen yang tepat, termasuk pengobatan dan gaya hidup serta perubahan pola makan, kamu tentu dapat mencapai dan mempertahankan penurunan berat badan yang sehat.

Baca juga: Mau Coba Diet Keto? Pahami Dulu Pertimbangan Penting Ini

5. Memiliki ekspektasi penurunan berat badan yang tidak realistis

Menginginkan hasil yang cepat saat merencanakan diet adalah hal yang wajar, tetapi penting untuk diingat bahwa penurunan berat badan dapat bervariasi dari orang ke orang.

Meskipun diet ketogenik dapat meningkatkan penurunan berat badan jika diikuti dengan benar, tetapi semua tergantung dari kapasitas tubuh masing-masing.

Perubahan kecil dan konsisten adalah kunci untuk menurunkan dan mempertahankan berat badan dengan cara yang sehat.

Meskipun kamu ingin mencapai tujuan penurunan berat badan yang tinggi, tapi sebagian besar ahli merekomendasikan bahwa menurunkan sekitar 0,5–1 kg per minggu adalah yang terbaik.

Belum lagi, jika kamu menerapkan rutinitas olahraga yang melibatkan angkat beban, kamu juga bisa memperindah otot sekaligus menghilangkan lemak.

Baca juga: Turun Berat Badan hingga 20 Kg, Pria Ini Berbagi Tips Jalani Diet Keto

6. Terus-menerus ngemil makanan berkalori tinggi

Mengemil makanan sehat bisa menjadi cara efektif untuk mencegah rasa lapar di antara waktu makan dan makan berlebihan.

Namun, mengonsumsi terlalu banyak camilan ketogenik berkalori tinggi seperti kacang, keju, dan dendeng dapat menyebabkan berat badan kamu tidak berkurang.

Meskipun camilan ini sehat dalam jumlah sedang, ada baiknya kamu menggantinya dengan sayuran tanpa tepung seperti seledri dan tomat ceri atau telur rebus dengan potongan sayuran adalah pilihan yang pas untuk diet ini.

Selain itu, mengkonsumsi sayuran non-tepung ke menu makanan kamu, sama saja menambahkan satu dosis serat yang dapat membantu menjaga sistem pencernaan.

Baca juga: 8 Efek Samping yang Mungkin Dirasakan Ketika Menjalani Diet Keto

7. Stres dan kurang tidur

Penelitian menunjukkan bahwa stres, terutama stres kronis, dan kurang tidur dapat berdampak negatif pada penurunan berat badan.

Saat tubuh stres, ia menghasilkan hormon dalam jumlah berlebih yang disebut kortisol. Peningkatan kadar kortisol, yang biasa dikenal sebagai hormon stres, dapat mendorong tubuh untuk menyimpan lemak, terutama di area perut.

Selain itu, mereka yang mengalami stres kronis sering kali kurang tidur, yang juga dikaitkan dapat menaikkan berat badan.

Studi menunjukkan bahwa kurang tidur berdampak negatif pada hormon pengatur rasa lapar, seperti leptin dan ghrelin, menyebabkan nafsu makan meningkat.

Baca juga: 6 Masalah Kesehatan Akibat Kurang Tidur

8. Sedikitnya aktivitas fisik 

Aktivitas fisik sangat penting saat mencoba menurunkan berat badan dengan diet ketogenik.

Selain merangsang kehilangan lemak, menerapkan rutinitas olahraga bermanfaat bagi kesehatan.

Misalnya, dengan olahraga dapat menurunkan risiko kondisi kronis seperti penyakit jantung, diabetes, depresi, kecemasan, dan obesitas.

Baca juga: Kenalilah, 4 Kesalahan saat Jalani Diet Keto

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.