Kompas.com - 02/04/2021, 16:35 WIB
|
Editor Wisnubrata

Setelah kita menetapkan batasan, pastikan baik anak maupun kita sebagai orangtua mematuhi batasan tersebut.

"Kita menetapkan batasan ini, lalu kita menindaklanjutinya," sebut Gaydos.

"Jika anak merasa ragu-ragu, ia harus tahu akan ada konsekuensi. Tidak ada kejutan, tidak ada negosiasi ulang dan tidak ada pencabutan aturan."

4. Menjelaskan kepada anak secara spesifik

Jangan berasumsi bahwa anak selalu mengetahui apa yang diinginkan kita sebagai orangtua.

Jika kita tidak mengatakan keinginan secara jelas, baik kita maupun anak akan merasa frustrasi.

Buatlah batasan yang jelas dan realistis, serta spesifik untuk anak.

"Mengingatkan anak dengan 'kamu lebih baik menjadi anak baik' adalah pesan yang terlalu luas dan umum," kata Gaydos.

Cobalah lebih spesifik, seperti memberi tahu anak seperti apa tindakan yang baik untuk dilakukan, agar anak memahami apa yang diharapkan orangtua.

Tindakan yang "baik" bisa berarti tidak mengganggu orang dewasa yang sedang mengobrol, atau membuang sampah pada tempatnya.

Baca juga: Tips Mengajarkan Anak agar Suka Menolong

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.