Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/04/2021, 19:04 WIB
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Krisis akibat pandemi mengakibatkan banyak orang sulit beristirahat dengan nyenyak.

Fenomena ini terjadi pada orang-orang di seluruh dunia, di mana mereka mengalami insomnia terkait tekanan hidup selama pandemi.

Kira-kira bagaimana mengatasi insomnia atau kesulitan tidur?

Dr Chris Winter, MD, spesialis tidur, ahli saraf dan ahli kedokteran olahraga mengatakan, orang harus menyadari tidak ada obat ajaib yang bisa mengatasi kualitas tidur yang buruk.

"Ada pesan bahwa masalah tidur apa pun bisa diperbaiki dengan kasur yang lebih baik, bantal yang lebih lembut, dan piyama berteknologi tinggi," katanya.

Faktanya, mengatasi kesulitan tidur jauh lebih rumit dari sekadar mengganti kasur atau bantal.

Baca juga: 6 Masalah Kesehatan Akibat Kurang Tidur

Langkah sederhana seperti rajin berolahraga dan mengurangi konsumsi minuman beralkohol bisa membantu meningkatkan kualitas tidur.

Akan tetapi, untuk memperoleh tidur yang nyenyak, kita harus membuat jadwal rutin.

"Menetapkan jadwal sangat membantu otak untuk memahami kapan saatnya tidur," jelas Winter.

Itu artinya, kita perlu beristirahat di waktu yang sama setiap malam, atau melakukan kegiatan tertentu yang sama sebelum kita berbaring di kasur.

Baca juga: Ingin Tidur Nyenyak? Hindari 6 Warna Ini sebagai Warna Kamarmu

Praktik lainnya adalah mindfulness atau perhatian.

Sebuah studi yang dilakukan University of Zurich di tahun 2014 menemukan, partisipan yang mendengarkan sugesti hipnotis "tidur lebih nyenyak" sebelum tidur dapat menambah durasi tidur mereka.

Menurut Winter, melafalkan kata-kata seperti "sleep deeper" atau "tidur lebih nyenyak" juga bisa memberikan manfaat pada kualitas tidur.

Apabila kita masih kesulitan untuk tertidur, cobalah menurunkan suhu di kamar tidur. Menurut Winter, cara itu bisa meningkatkan durasi dan kualitas tidur kita.

Baca juga: Suhu yang Sejuk Bikin Tidur Lebih Nyenyak

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.