Kompas.com - 06/04/2021, 10:45 WIB
Ilustrasi PIXABAYIlustrasi

"Makanan asin dan pedas telah dilaporkan menyebabkan cheilitis, tetapi hal ini belum terbukti dalam literatur," kata Rieder.

Kemungkinan besar, yang terjadi adalah kita lebih sering menjilat bibir setelah mengonsumsi makanan ini.

"Kelenjar ludah mengandung enzim pencernaan yang dapat mengiritasi bibir, sementara uap air yang menguap dari air liur memperburuk kondisi ini," tambahnya.

Baca juga: Apakah Makanan Pedas Buruk untuk Pencernaan?

3. Obat-obatan tertentu

Hartman mengungkapkan bahwa obat kolesterol dapat memengaruhi produksi minyak di bibir. Artinya, lebih sedikit kelembapan yang terkunci di bibir sehingga bibir kita rentan kering dan mengalami pecah-pecah.

Selain itu, pengobatan HIV juga bisa membuat bibir pecah-pecah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

4. Hal-hal yang dikenakan di sekitar bibir

Ironisnya, beberapa kandungan dalam lip balm bisa menyebabkan dermatitis kontak dan membuat bibir teriritasi.

Meski demikian, tidak semua orang merespons bahan yang sama dengan cara yang sama.

Iritasi dari produk bibir atau wajah biasanya berasal dari wewangian, bahan tambahan logam, dan pengawet. Walau begitu, pastikan dulu penyebab kulit kita iritasi sebelum menjauhi bahan tertentu.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.