Kompas.com - 06/04/2021, 18:27 WIB
. SHUTTERSTOCK.

KOMPAS.com - Masalah perut bisa berkembang menjadi gangguan pencernaan seiring bertambahnya usia seseorang.

Gangguan pencernaan seperti refluks asam dan sembelit, pada dasarnya, bisa diatasi dengan mengubah gaya hidup.

"Banyak orang berusia lanjut terpaku pada masalah gastrointestinal," kata ahli gastroenterologi Maged Rizk, MD.

Baca juga: Penderita Saluran Pencernaan Kronis Tak Boleh Divaksin, Apa Sebabnya?

"Saluran pencernaan menua seiring usia kita. Saya memberi tahu pasien untuk tidak terlalu kecewa karena itu."

Konsumsi obat-obatan dan kurangnya aktivitas dapat menyebabkan masalah dan berkontribusi pada gangguan pencernaan seiring usia yang terus bertambah.

Berikut ini adalah penyebab utama masalah pencernaan beserta gejalanya:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Mengonsumsi berbagai obat

Obat-obatan dalam jumlah banyak dapat menyebabkan berbagai masalah pencernaan, termasuk sembelit, diare, sakit perut, mual dan tukak berdarah.

2. Tidak aktif bergerak dan dehidrasi

Masalah ini lebih sering terjadi seiring bertambahnya usia dan dapat memperburuk sembelit.

3. "Gravitasi"

Diafragma bisa tenggelam dan menyebabkan penurunan sokongan, di mana kerongkongan bergabung dengan lambung, yang disebut hernia hiatal.

Baca juga: Kenali Gejala dan Jenis Gangguan Pencernaan pada Lansia

Kondisi itu biasanya menyebabkan mulas dan refluks, dan terkadang harus dioperasi.

4. Kondisi lainnya

Otot sfingter yang melemah, gaya hidup yang kurang bergerak, dan sembelit kronis dapat menyebabkan wasir, pembengkakan pembuluh darah di saluran pencernaan bagian bawah.

Wasir sering terjadi pada orang berusia lanjut.

Pola makan berubah

Pola makan juga cenderung berubah seiring bertambahnya usia.

Kita mungkin tidak lagi tertarik atau mau berusaha menyiapkan makanan seimbang dan berserat tinggi atau mengupas buah dan sayuran segar, terutama jika kita makan sendirian.

"Ketika kita masih bayi, kita memiliki indera pengecap paling banyak, dan jumlahnya secara bertahap berkurang seiring usia," kata Rizk.

Pola makan yang tidak seimbang dapat menyebabkan kekurangan zat besi, B12, dan vitamin lainnya, yang menyebabkan masalah pencernaan.

Baca juga: Apakah Makanan Pedas Buruk untuk Pencernaan?

Cara memperbaiki pencernaan

Penuaan dapat memengaruhi masalah pencernaan, tetapi Rizk menyarankan lima langkah yang dapat diambil untuk mengatasi masalah tersebut.

1. Menerapkan pola makan sehat

Pertama, terapkan pola makan yang sehat seperti:

- Menambahkan serat ke makanan dengan sayuran mentah, buah-buahan, dan biji-bijian

- Mengurangi asupan garam

- Menghindari makanan putih seperti roti, nasi dan kentang

- Meminum air putih atau minuman non-kafein dan non-alkohol agar urine berwarna nyaris jernih

- Mengonsumsi protein seperti kacang-kacangan, ikan, dan daging tanpa lemak

2. Menghindari makanan yang memicu mulas atau refluks

Bagi sebagian orang, produk susu menyebabkan masalah perut yang parah.

Sementara, bagi orang lain, bisa jadi susu mengandung gluten, komponen protein yang tidak memiliki nutrisi penting untuk tubuh.

Cobalah diet eliminasi jika kita tidak yakin makanan mana yang menyebabkan masalah pencernaan.

Bicarakan dengan dokter untuk melakukan tes alergi makanan dan kepekaan makanan guna membantu menemukan mana yang menjadi penyebab gangguan pencernaan.

Baca juga: Kurang Disadari, 7 Kebiasaan Ini Ganggu Sistem Pencernaan

3. Mengonsumsi suplemen probiotik

Suplemen probiotik yang mengandung bakteri "baik" yang bermanfaat, terkadang bisa membantu orang yang memiliki masalah sembelit kronis.

Namun, sebaiknya tidak meminum suplemen ini saat diare kecuali setelah mengalami infeksi tertentu.

Probiotik juga tersedia dalam bentuk yogurt tertentu, kombucha, dan tempe.

4. Memeriksa obat-obatan yang dikonsumsi

Obat bebas dan yang diresepkan oleh dokter dapat menyebabkan masalah pencernaan.

Tanyakan kepada dokter terkait efek samping setiap obat, dan carilah obat pengganti jika obat tersebut menyebabkan mual, diare, sembelit atau masalah lain.

5. Tetap beraktivitas

Olahraga dan aktivitas fisik menawarkan banyak manfaat bagi kesehatan, termasuk mencegah sembelit.

Baca juga: 5 Cara Cegah Sembelit pada Anak

Melakukan aktivitas fisik setidaknya 150 menit per minggu dapat mendukung kita untuk menerapkan gaya hidup sehat.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan untuk melakukan latihan penguatan otot dua hari dalam seminggu.

"Penuaan bisa membuat Anda mengalami masalah perut, tetapi mengikuti tips ini akan membantu memperbaiki pencernaan dan membatasi masalah perut Anda seiring bertambahnya usia," ujar Rizk.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.