Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 07/04/2021, 14:27 WIB
Gading Perkasa,
Lusia Kus Anna

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Serangan panik dan serangan jantung seringkali dianggap sebagai hal yang sama karena memiliki gejala berupa rasa sakit di bagian dada.

Namun faktanya, serangan jantung dan serangan panik sama sekali berbeda, termasuk cara penanganannya.

Tanda serangan jantung

Serangan jantung terjadi ketika organ antung tidak mendapatkan darah yang dibutuhkan. Umumnya, serangan jantung disebabkan oleh arteri yang memasok darah ke jantung tersumbat.

Gejala serangan jantung meliputi nyeri atau tekanan di dada, berdebar-debar, merasa pusing atau pingsan, berkeringat dan keringat dingin, nyeri atau sakit di tubuh bagian atas, seperti rahang, leher, lengan, bahu, atau punggung, sesak napas, serta mual atau muntah.

Baca juga: Gejala Mirip, Apa Beda Serangan Jantung dan Pannick Attack?

Serangan jantung bisa mengancam nyawa, jadi jangan menunggu gejalanya hilang. Segera cari pertolongan medis jika kita memiliki tanda-tanda serangan jantung.

Gejala serangan panik

Serangan panik adalah serangan tiba-tiba karena ketakutan atau kecemasan yang luar biasa. Serangan panik tidak mengancam nyawa, tetapi mengganggu kualitas hidup dan kesejahteraan mental.

Orang yang sering mengalami serangan panik bisa memiliki gangguan panik, sejenis gangguan kecemasan.

Namun serangan panik yang terisolasi dapat terjadi pada siapa saja, bahkan tanpa diagnosis gangguan panik.

Baca juga: Mengenal 5 Jenis Gangguan Kecemasan, Termasuk Serangan Panik

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com