Kompas.com - 07/04/2021, 14:58 WIB
Ilustrasi serangan jantung. SHUTTERSTOCKIlustrasi serangan jantung.

KOMPAS.com - Penyakit diabetes kerap memicu beragam komplikasi, salah satunya serangan jantung atau pun penyakit jantung koroner.

Terungkap, hampir 30 persen pasien dengan penyakit jantung koroner memiliki diabetes. Angka itu sebanding dengan prevalensi diabetes sekitar sembilan persen pada populasi umum.

"Obesitas dan kurang olahraga adalah faktor risiko umum untuk diabetes dan penyakit jantung."

"Dan hasil kami menyoroti kebutuhan mendesak untuk meningkatkan nutrisi dan menambah tingkat aktivitas secara global."

Baca juga: Gaya Hidup Ini Memicu Penyakit Diabetes

Demikian diungkapkan penulis dalam riset ini, Dr Emmanuelle Vidal-Petiot di Bichat-Claude Bernard Hospital, Paris, Perancis.

"Negara-negara yang paling parah terkena diabetes juga menjadi pusat epidemi obesitas, yang sebagian dikaitkan dengan urbanisasi dan perubahan dalam aktivitas fisik dan asupan makanan."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Studi Vidal-Petiot adalah analisis dari Clarify, yang mencakup 32.694 pasien dengan jantung koroner kronis dari 45 negara di Eropa, Asia, Amerika, Timur Tengah, Australia, dan Afrika.

Pasien tersebut dikumpulkan dari tahun 2009-2010, dan ditindaklanjuti selama lima tahun.

Seluruh hasil klinis negatif yang diukur dalam penelitian lebih sering ditemukan pada pasien jantung dengan diabetes, dibandingkan pasien yang tidak menderita diabetes.

Dalam studi itu, para peneliti menyesuaikan analisis untuk beberapa faktor, termasuk usia, jenis kelamin, kebiasaan merokok, indeks massa tubuh, tekanan darah, obat-obatan, dan kondisi lainnya.

Baca juga: Serupa tapi Tak Sama, Serangan Panik dan Serangan Jantung

Dari situ, peneliti menemukan, di antara pasien dengan penyakit jantung koroner stabil, pasien yang juga menderita diabetes memiliki tingkat kematian 38 persen lebih tinggi selama masa tindak lanjut lima tahun tadi.

Partisipan juga memiliki risiko 28 persen lebih tinggi dari serangan jantung, stroke, atau kematian akibat penyakit kardiovaskular.

Pasien jantung dengan diabetes memiliki hasil yang lebih buruk daripada pasien yang tidak menderita diabetes, terlepas dari latar belakang wilayah geografis dan etnis.

"Diabetes dikaitkan dengan hasil yang lebih buruk bahkan di daerah dengan prevalensi terendah."

"Di Eropa, misalnya, diabetes dikaitkan dengan risiko 29 persen lebih besar dari hasil gabungan serangan jantung, stroke, atau penyakit kardiovaskular," tutur Vidal-Petiot.

Baca juga: Ubi Jalar Bisa Jadi Camilan Sehat untuk Pengidap Diabetes

"Ini menunjukkan manajemen pasien berisiko tinggi dengan penyakit jantung dan diabetes yang harus ditingkatkan."

"Setiap negara perlu mengidentifikasi pasien ini dan menyediakan program pendidikan dan pencegahan yang disesuaikan."

Setiap orang, lanjut Vidal-Petiot, dapat menurunkan peluang terkena diabetes dengan menjaga berat badan dan berolahraga.

Lalu, diperlukan deteksi dini agar gula darah dapat terkendali.

"Penderita penyakit jantung dan diabetes juga membutuhkan gaya hidup aktif dan pola makan yang baik untuk melindungi kesehatan mereka."

"Menghindari kebiasaan merokok sangat penting, seperti halnya mengontrol tekanan darah dan kadar kolesterol," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.