Kompas.com - 07/04/2021, 17:07 WIB
Ilustrasi masker. Image by Robert Pastryk from Pixabay.Ilustrasi masker.

KOMPAS.com - Tabir surya atau sunscreen sering kali disebut sebagai produk skincare paling wajib digunakan.

Sebab, tabir surya dapat melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet yang berbahaya dan merusak kulit.

Di masa pandemi, kita diwajibkan untuk mengenakan masker pelindung wajah.

Banyak orang kemudian mengabaikan penggunaan tabir surya karena merasa wajahnya sudah terhalangi dari sinar matahari.

Padahal, kita ternyata tetap dianjurkan menggunakan tabir surya meski sudah memakai masker, lho. Apa alasannya?

Ternyata, wajah masih berisiko terbakar matahari meski pakai masker.

"Pakai masker harus tetap pakai sunscreen," kata dr Arini Astasari Widodo, SpKK dalam acara virtual bersama Carasun The Tropical Skin Expert, Rabu (7/4/2021).

Baca juga: 7 Hal yang Perlu Dihindari Setelah Kulit Terbakar Matahari

Bagi tipe kulit tertentu, paparan sinar matahari berlebih bisa membuat kulit lebih rentan terbakar matahari.

Wajah yang sering terbakar matahari akan lebih berisiko terkena melanoma atau kanker kulit, muncul flek di wajah, hingga kulit menggelap.

Arini menambahkan, setiap bahan masker memiliki ultraviolet protection factor (UPF) yang berbeda-beda.

Masker kain katun, misalnya, pada umumnya memiliki UPF yang rendah sehingga perlindungan terhadap sinar ultravioletnya minim.

Menurut laman Skin Cancer Foundation, bahan dengan UPF 30-49 menawarkan perlindungan yang cukup baik, sementara UPF di atas 50 sangat baik. Katun tidak memberikan perlindungan tersebut.

UPF mengukur radiasi ultraviolet yang bisa menembus kain dan mengenai kulit. Ini berbeda dengan sun protector factor (SPF).

"Cotton UPF-nya biasanya cuma 7. Beberapa brand mengemukakan memakai bahan dengan UPF tinggi. Kadang bisa pilih masker di bahan tersebut," ucapnya.

Untuk itu, dianjurkan untuk tetap menggunakan tabir surya di area-area yang terpapar sinar matahari.

Setidaknya gunakan produk tabir surya dengan SPF di atas 30 dengan jumlah 2 mg/cm.

Sebagai gambaran, wajah memerlukan tabir surya kira-kira seukuran koin.

Gunakan tabir surya 15-30 menit sebelum keluar rumah. Ini dilakukan untuk memberi jeda waktu bagi tabir surya meresap ke dalam kulit.

"Pakai setiap hari di seluruh bagian kulit yang terpajan sinar matahari, ini menghindari skin cancer, kerusakan pada kulit, pigmentasi, hingga premature aging," kata Arini.

Baca juga: Memilih Tabir Surya Sesuai Kondisi Kulit



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X