Kompas.com - 08/04/2021, 10:47 WIB
Ilustrasi menanam sayuran di lahan sempit. SHUTTERSTOCK/BANNAFARSAI_STOCKIlustrasi menanam sayuran di lahan sempit.

KOMPAS.com - Menanam sayuran di rumah tak hanya membantu kita untuk lebih berhemat, tetapi juga lebih praktis.

Jika stok sayuran habis, kita tinggal memanennya dari kebun sendiri tanpa harus pergi ke pasar atau supermarket.

Menanam sayuran di rumah juga bisa memastikan sayur-sayuran yang kita tanam dibudidayakan bebas dari bahan kimia.

Tidak punya lahan yang luas? Tak perlu khawatir, karena menanam sayuran bisa dilakukan di lahan yang terbatas.

Peralatan berkebun

Zwenli Pramono melalui bukunya Ayo Menanam Sayurmu Sendiri (2019) menyebutkan beberapa alat berkebun yang perlu dipersiapkan antara lain:

  • Sekop.
  • Garpu tanah.
  • Sarung tangan.
  • Cangkul.
  • Semprotan.
  • Watering can/pot.
  • Gunting taman.
  • Selang.
  • Sudip tangan (mirip sekop namun lebih kecil).
  • Alat pemotong rumput.
  • Pot atau polybag.

Baca juga: 3 Tips Sederhana Menanam Bumbu Dapur dalam Pot

Persiapan berkebun

1. Media tanam

  • Tanah: tanah yang baik untuk media tanam adalah yang tidak terlalu berpasir dan tidak terlalu lempung, melainkan harus gembur.
  • Kompos: bahan organik yang berfungsi sebagai penyedia unsur hara untuk tanaman. Gunakan kompos padat.
  • Arang sekam atau sabut kelapa (coco peat): penambahan arang sekam pada media tanam akan memperbaiki struktur media tanam karena mempunyai partikel-partikel yang berpengaruh pada pergerakan air, udara dan menjaga kelembapan. Sementara sabut kelapa lebih cocok digunakan di daerah kering dengan curah hujan rendah.

Baca juga: 7 Media Tanam Hidroponik yang Bisa Dicoba di Rumah

2. Mencampurkan media tanam

Media tanam sangat berguna jika kita ingin menanam sayuran dalam polybag atau pot karena lahan sempit atau terbatas.

Untuk membuat media tanam polybag atau pot, langkahnya adalah sebagai berikut:

  • Siapkan tanah yang gembur dan subur. Lalu ayak tanah hingga jadi butiran halus. Usahakan tanah dalam keadaan kering sehingga tidak menggumpal.
  • Siapkan kompos yang telah matang. Ayak kompos agau humus hingga menjadi butiran halus.
  • Siapkan arang sekam.
  • Campurkan tanah, kompos dan arang sekam dalam sebuah wadah dengan komposisi 2:1:1. Aduk hingga merata.
  • Siapkan polybag atau pot lalu masukkan campuran tersebut ke dalamnya. Media tanam siap digunakan.

3. Benih dan bibit

Ada beragam benih dan bibit yang tersedia di pasaran, sehingga kita perlu memilihnya dengan berhati-hati.

Ciri-ciri benih bermutu antara lain:

  • Tidak terlalu kering karena tidak bisa tumbuh dengan baik.
  • Benih tampak bersih, tidak tercampur dengan kotoran dan biji-bijian lain.
  • Tidak terserang hama penyakit.
  • Berwarna terang atau tidak kusam
  • Benihnya berisi. Caranya dengan memasukkan benih dalam air. Benih yang tenggelam, itulah yang ditanam.

Baca juga: 5 Tips Berkebun Hidroponik ala Ignasius Jonan, Pilih Bibit sampai Bikin Tempat Tanaman

Tips menanam

  • Persiapkan tanah sebelum tanam

Pastikan tanah yang akan digunakan mengandung banyak zat organik.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X