Kompas.com - 08/04/2021, 11:11 WIB
Ilustrasi masker DOK. ShutterstockIlustrasi masker

Penelitian ini adalah konsep studi bukti yang dirancang untuk mengetahui apakah metode pengujian baru berhasil atau tidak.

Para ahli mengingatkan, jenis masker wajah apa pun lebih baik daripada tidak menggunakan masker.

Bahkan bandana satu lapis atau pelindung leher (neck gaiter) yang tidak melindungi pemakainya secara sempurna, jauh lebih baik ketimbang sama sekali tidak menggunakan masker.

Masker N95

Pada studi tersebut, masker wajah N95 tingkat medis adalah yang paling efektif dalam "mengurung" partikel.

Respirator N95 diketahui menyaring setidaknya 95 persen partikel di udara.

"Ini adalah tingkat pengendalian partikel yang sangat tinggi, itulah sebabnya para pekerja asbes dan silika memakai N95," kata Jack Caravanos, DrPH.

Caravanos adalah profesor klinis di College of Global Public Health NYU, New York City, AS.

Masker ini disediakan untuk tenaga medis, karena lapisan perlindungan pada N95 diperlukan dalam pengaturan perawatan kesehatan.

Baca juga: NFL dan Oakley Bikin Prototipe Masker Pemain dengan Lapisan N95

Untuk berinteraksi sehari-hari, para ahli mengatakan penutup wajah kain dan masker merupakan perlindungan yang memadai, terutama jika seseorang juga menerapkan jarak fisik.

Namun, Caravanos menyarankan kita untuk menghindari masker wajah dengan katup pernapasan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X