Kompas.com - 08/04/2021, 11:11 WIB
Ilustrasi masker DOK. ShutterstockIlustrasi masker

"Katup plastik di depan masker memudahkan untuk mendorong aerosol keluar, jadi kami menyarankan untuk tidak menggunakan masker dengan katup pernapasan atau pembuangan," kata dia.

Udara yang keluar dari katup tidak difilter, sehingga masker ini melindungi pemakainya, namun tidak melindungi orang-orang di sekitarnya.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) juga menganjurkan agar tidak memakai masker dengan katup atau ventilasi pernapasan.

Variasi lain dari masker tingkat medis N95, yaitu masker KN95, sama efektifnya dalam menyaring partikel. Sayangnya, masker ini cenderung tidak pas di wajah.

"Beberapa masker KN95 mungkin pas dan yang lainnya longgar," kata Caravanos.

"Jika kita memiliki satu yang pas dengan wajah, itu akan seefektif N95."

Masker bedah

Masker bedah tiga lapis berada di urutan kedua dalam studi para peneliti di Duke University, dan nomor satu menurut Caravanos.

"Masker bedah tiga lapis murah, sekali pakai, memudahkan bernapas serta memiliki banyak lapisan."

Baca juga: Bisakah Masker Bedah Dicuci dan Digunakan Kembali?

Dalam uji coba, masker ini hanya menyebarkan partikel 0-0,1 tetesan saat pemakainya berbicara.

Masker berbahan katun

Selanjutnya adalah masker katun berlapis ganda dan yang dibuat dengan kain polipropilen, yang biasa digunakan sebagai filter pada masker wajah.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X