Kompas.com - 08/04/2021, 12:06 WIB
. Getty Images/iStockphoto.

KOMPAS.com – Setelah putus dengan seseorang yang telah lama bersama menjalin asmara, kadang kenangan membuat kita terus memikirkannya.

Belum lagi jika keputusan pisah itu hanyalah keputusan sepihak.

Rasa sayang dan cinta yang masih ada dan terus tinggal di dalam pikiran. Padahal, si mantan telah terang-terangan memilih berpisah. 

Baca juga: 5 Tips Mengasuh Anak bersama Mantan Pasangan

Tentu, jika kita terus memikirkannya, maka hal ini akan menjadi masalah untuk kesehatan mental.

Untuk itu, secara perlahan-lahan kita perlu berhenti memikirkannya, dan berusaha mengikhlaskan segala kenangan yang ada.

Berikut cara untuk berhenti memikirkan mantan kekasih:

1. Berikan waktu untuk menerima kenyataan

Tak heran jika sampai beberapa bulan setelah putus, kita masih memikirkan mantan. Ini bukan berarti kita mencintainya, tapi kita masih membutuhkan waktu untuk menerima kenyataan bahwa dia telah berpindah ke lain hati.

Baca juga: 4 Alasan Seseorang Lakukan Ghosting pada Mantan

Kita butuh waktu dan jeda untuk mencerna dan mengikhlaskan dia yang tak lagi bersama kita. Kita perlu meminta diri untuk menerima ini, suka atau tidak. Setelahnya, kita perlu melepaskan dan melupakan masa lalu.

Jangan terus-menerus mengulang skenario yang sama di kepala. Berpalinglah ke masa depan. Fokus pada rencana dan tujuan hidup kita.

2. Hadapi rasa takut

Begitu kita sudah bisa menerima kenyataan yang ada, selanjutnya kita perlu untuk menghadapi ketakutan-ketakutan yang muncul.

Terimalah kenyataan bahwa mantan kita telah pindah ke hati lain. Dan, kita harus mulai melupakan dia.

Ini tentu akan menghancurkan hati. Apalagi jika nanti kita akan melihat foto si mantan bersama pasangannya di media sosial atau bertemu secara langsung di suatu tempat. 

Baca juga: Blokir Mantan di Media Sosial, Membantu Kita untuk Move On

Berusahalah untuk menenangkan diri, jangan sampai kita takut membuka media sosial karena takut melihat foto mantan.

Apalagi, sampai tidak mau keluar rumah karena takut melihat mantan dan pasangan barunya di tempat yang tak terduga.

Jangan batasi diri hanya untuk mengikuti rasa takut yang muncul. Kita perlu untuk tetap produktif dan bangkit mencapai segala impian.

3. Ubah kesadaran diri

Kesadaran diri adalah tentang menjadi sepenuhnya sadar akan diri sendiri setiap saat. Menjadi lebih baik dari siapa pun, mengendalikan perasaan dan pikiran.

Ini memang tidak akan membantu kita menghapus pikiran yang tidak kita sukai, tetapi setidaknya, kita akan menyadari segala sesuatu yang terjadi di dalam diri.

Inti dari kesadaran diri adalah menyadari bahwa imajinasi kita tidak nyata. Dengan cara ini, kita akan menghentikan pikiran-pikiran yang mengganggu, seperti memikirkan mantan kekasih.

4. Ubah apa yang dipikirkan

Realitas di sekitar kita bertanggung jawab atas gambaran mental kita. Pikiran kita memiliki kekuatan untuk menciptakan dunia kita sendiri.

Baca juga: Haruskah Kita Hadir di Pernikahan Mantan Kekasih?

Jika kita terus memikirkan mantan, mencoba mencari cara untuk berhenti memikirkan dia dengan orang lain, perpisahan dan kesedihan kita tentu akan terdistraksi pula.

Pada titik ini, kita perlu mulai mengubah pikiran kita. Jika, kita mulai memikirkan mantan, kita perlu untuk segera mengganti pikiran itu dengan memikirkan hal lainnya.

5. Putuskan segala hal

Setelah putus dengan mantan, ada baiknya kita mulai menyingkirkan apa pun yang berkaitan dengan mantan. Entah itu barang-barang dari si mantan atau apa pun.

Mulailah untuk putuskan semua hubungan, berhenti nge-stalk mantan di media sosial, berhenti berbicara dengan orang-orang yang berteman dengan mantan.

Jika masih terhubung dengan hal-hal yang berkaitan dengan mantan, ini akan lebih menyulitkan kita untuk lupa akan dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X