Kompas.com - 08/04/2021, 12:23 WIB
Ilustrasi arthritis atau radang sendi. Shutterstock/Emily FrostIlustrasi arthritis atau radang sendi.

KOMPAS.com - Berbagai jenis penyakit dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia, termasuk nyeri sendi.

Nyeri sendi bisa dialami orang yang berada di usia produktif karena mengerjakan aktivitas yang terlalu berat.

Sementara pada orang berusia lanjut, nyeri sendi terjadi karena pertumbuhan sel baru di tubuh melambat.

Banyak cara untuk mengobati nyeri sendi, dengan memanfaatkan bahan-bahan alami di rumah atau melakukan aktivitas sederhana.

1. Teh jahe

Beberapa studi menunjukkan jahe memiliki sifat anti-inflamasi dengan mengekang bahan kimia penyebab rasa sakit yang merupakan bagian dari respons peradangan tubuh.

Baca juga: Kebiasaan Bunyikan Jari Bisa Picu Radang Sendi, Benarkah?

Minuman ini pun dikenal tidak memiliki efek samping. Cukup gunakan jahe segar bubuk, mentah, atau dimasak pada makanan.

Atau, bisa juga membikin teh jahe dengan merebus irisan jahe selama 15 menit dalam air mendidih, atau membeli teh jahe celup di supermarket.

2. Makanan anti-radang

Hindari makanan cepat saji, gorengan, dan makanan olahan jika kita ingin meredakan nyeri sendi.

Sebuah tinjauan dari beberapa studi dari pasien rheumatoid arthritis (RA) menemukan, peserta yang beralih ke pola diet mediterania mampu mengurangi peradangan dan meningkatkan beberapa fungsi fisik.

Makanan yang umum dikonsumsi dalam diet mediterania termasuk buah-buahan segar, sayuran, biji-bijian, ikan, minyak zaitun, kacang-kacangan, bawang putih, bawang bombay, dan herbal.

3. Menghirup wewangian

 

Aroma yang menyenangkan seperti lavender dapat mengubah persepsi nyeri.

Peneliti di Jepang menemukan, lavender mengurangi kadar hormon stres kortisol yang dapat membuat kita merasa rileks dan tidak menyadari rasa sakit.

Sementara itu, peneliti di Korea menemukan pasien arthritis mengalami lebih sedikit rasa sakit dan depresi ketika pasien terpapar aroma berbagai bumbu dapur, seperti marjoram, rosemary, dan peppermint.

Untuk perawatan aromaterapi yang meredakan nyeri sendi, tambahkan satu sendok teh dari rosemary atau peppermint ke dalam seperempat cangkir minyak zaitun, kelapa, atau minyak sayur.

4. Mencuci piring

Pekerjaan dapur sederhana ini dapat meredakan nyeri sendi di tangan.

Pertama, celupkan tangan ke dalam air panas untuk mengendurkan otot dan persendian serta meredakan kekakuan.

Baca juga: 6 Obat Radang Sendi dan Fungsinya

Kedua, lakukan latihan mencengkeram agar tangan dan jari tetap bergerak, sehingga membantu meredakan nyeri sendi.

5. Bikin bantalan

Masukkan butiran beras mentah ke dalam kaus kaki berbahan katun dan tutup rapat.

Jangan gunakan kaus kaki serat sintetis karena bisa meleleh jika dipanaskan.

Kemudian, panaskan kaus kaki katun yang sudah diisi beras tadi di dalam microwave selama 2-3 menit.

Saat kaus kaki masih terasa nyaman dan hangat, letakkan di sendi yang sakit dan kaku. Bantalan tersebut harus tetap hangat selama sekitar setengah jam.

Butir beras akan menyesuaikan dengan bentuk tubuh dan memberikan panas yang menyejukkan.

Jika memiliki lavender atau ramuan wangi lainnya, masukkan bersama butiran beras untuk menghasilkan aroma tambahan yang menenangkan.

6. Capsaicin

 

Capsaicin adalah senyawa pada cabai yang memberi rasa panas pada cabai. Bahan ini juga ditemukan dalam banyak salep pereda nyeri yang dijual bebas.

Capsaicin bekerja dengan mengurangi kadar senyawa yang disebut zat P, yang mengirimkan sinyal rasa sakit ke otak.

Kita dapat membuat massage oil dengan mencampurkan sedikit cabai bubuk dengan 2-3 sendok teh minyak zaitun.

Oleskan massage oil dengan kain kasa pada persendian yang sakit beberapa kali sehari.

Beberapa dosis pertama akan menyebabkan sensasi terbakar ringan di permukaan kulit, tetapi kita akan menjadi mati rasa setelah seminggu atau lebih.

Pastikan untuk menjauhkan campuran cabai dan minyak zaitun dari mulut, mata, dan selaput lendir lainnya.

7. Oleskan teh kamomil

Kamomil adalah anti-inflamasi yang dapat membantu meredakan nyeri sendi.

Buat cairan menggunakan empat kantung teh kamomil dalam satu cangkir atau lebih air panas.

Tutupi selama 20 menit, lalu peras dan angkat kantung teh. Gunakan kain bersih untuk mengangkat cairan teh kamomil dan oleskan pada persendian yang sakit.

8. Pakai air panas dan air dingin

Isi satu wadah dengan air dingin dan nampan es batu, dan satu wadah lain diisi air panas pada suhu yang dapat ditahan oleh tubuh kita.

Baca juga: Radang Sendi: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati

Rendam sendi yang sakit selama satu menit ke dalam air dingin, kemudian rendam sendi ke air panas selama 30 detik.

Lakukan cara seperti itu sekitar 15 menit, dan akhiri dengan air dingin dan tahan selama satu menit penuh.

9. Teh hijau

Beberapa studi menemukan antioksidan polifenol teh hijau bersifat anti-inflamasi, meningkatkan respons imun terkait artritis, dan mengurangi kerusakan tulang rawan.

10. Berenang

Berenang kerap direkomendasikan sebagai olahraga yang baik bagi penderita artritis.

Penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan untuk melakukan tugas sehari-hari dan meningkatkan fungsi tubuh dengan olahraga air.

11. Kunyit

 

Kunyit mengandung senyawa yang disebut kurkumin, yang menghambat enzim dan protein yang memicu peradangan.

Beberapa penelitian mengungkap, kunyit secara khusus mengurangi rasa sakit dan bengkak pada pasien radang sendi.

Taburkan setengah sendok teh kunyit bubuk ke dalam nasi atau sayuran setiap hari untuk meredakan nyeri sendi.

12. Asupan vitamin C

Vitamin C tidak hanya membantu memproduksi kolagen, tetapi juga membersihkan tubuh dari radikal bebas yang merusak yang berbahaya bagi persendian.

Studi menunjukkan, vitamin C dapat membantu meringankan artritis. Namun ada caranya untuk mengonsumsi vitamin C.

Karena tubuh tidak menyimpan vitamin C, maka penuhi kebutuhan vitamin tersebut di pagi, siang, dan malam hari. Dosis vitamin C yang tinggi di pagi hari tidak terlalu bermanfaat.

Baca juga: Studi: Obat Radang Sendi Ini Turunkan Risiko Kematian Pasien Covid-19

Konsumsi jeruk atau buah dan sayuran kaya vitamin C seperti jambu, stroberi, melon, brokoli, atau paprika manis.

13. Cengkeh

Cengkeh mengandung bahan kimia anti-inflamasi --disebut eugenol-- yang menghalangi proses timbulnya radang sendi.

Dalam satu penelitian pada hewan, eugenol mencegah pelepasan COX-2, protein yang memicu peradangan.

Cengkeh juga mengandung antioksidan yang penting dalam memperlambat tulang rawan dan kerusakan tulang akibat artritis.

Usahakan mengonsumsi setengah hingga satu sendok teh cengkeh sehari untuk meredakan nyeri sendi.

14. Asam lemak omega-3

 

Asam lemak omega-3 sangat baik untuk meredakan peradangan dan persendian.

Ikan salmon dan tuna adalah salah satu sumber makanan omega-3 terbaik.

Namun, tubuh kita bisa membutuhkan lebih banyak omega-3 daripada yang didapat dari ikan, karena itu tanyakan kepada dokter tentang penambahan suplemen omega-3.

Ketika memasak makanan, gunakan minyak zaitun yang mengandung omega-3 dan antioksidan yang terbukti mengurangi peradangan.

15. Makanan rendah alergi

Alergi makanan bisa berperan dalam penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis.

Para peneliti di Universitas Oslo, Norwegia menemukan orang dengan rheumatoid arthritis memiliki tingkat antibodi lebih tinggi terhadap susu sapi, telur, ikan kod, dan babi daripada orang yang tidak mengalami kondisi tersebut.

Dalam sebuah penelitian, penderita rheumatoid arthritis yang menjalani diet dengan menghindari makanan yang terkait alergi seperti biji-bijian, kacang-kacangan, susu, dan telur selama 10-18 hari mengalami perbaikan gejala.

Ketika penderita mulai makan makanan tersebut, kondisi mereka menjadi lebih buruk.

Penelitian lain menemukan, jagung, gandum, jeruk, gandum hitam, telur, daging sapi, dan kopi juga dapat menimbulkan masalah.

Baca juga: Kunyit Bisa Obati Radang Sendi, Benarkah?

Banyak dari makanan yang disebutkan menghasilkan asam arakidonat, bahan kimia tubuh yang terkait dengan peradangan.

16. Mendengarkan musik

Mendengarkan musik favorit dapat meredakan nyeri karena musik meningkatkan kadar hormon yang mengurangi sensitivitas nyeri.

Dalam satu studi Cleveland Clinic Foundation tentang orang dengan nyeri punggung, leher, atau sendi, satu kelompok diberi daftar putar berisi lagu-lagu yang menenangkan.

Kelompok kedua memilih musik yang mereka sukai, dan kelompok ketiga tidak mendapatkan "asupan" musik sama sekali.

Kedua kelompok yang mendengarkan musik memiliki tingkat nyeri artritis, depresi, dan kecacatan yang lebih rendah daripada kelompok ketiga yang mengalami peningkatan nyeri.

Studi tersebut juga mengungkapkan, jenis musik yang didengarkan tidak menjadi masalah, selama kita menyukainya.

Orang yang memilih lagu favorit mereka mengalami pengurangan rasa sakit, depresi, dan kecacatan lebih besar ketimbang mereka yang mendengarkan musik santai yang pasaran.

17. Memanfaatkan jahe

 

Menerapkan jahe yang dihancurkan ke sendi yang nyeri bekerja sama baiknya seperti capsaicin.

Satu penelitian terhadap 56 orang menemukan jahe meredakan gejala pada 55 persen penderita osteoartritis dan 74 persen penderita rheumatoid arthritis.

Kupas dan cincang halus jahe segar. Campur dengan minyak zaitun secukupnya untuk membentuk pasta, lalu oleskan ke sendi yang nyeri.

Tergantung area sendi yang sakit, kita perlu membungkus pasta dengan kain kasa atau perban. Biarkan selama 10-15 menit agar jahe meresap.

18. Berjalan nyeker

Berjalan tanpa memakai alas kaki alias nyeker akan mengurangi beban pada sendi lutut, diyakini bisa meminimalkan rasa sakit dan kecacatan akibat osteoartritis hingga 12 persen, dibandingkan berjalan dengan sepatu.

Baca juga: Rajin Sikat Gigi Cegah Radang Sendi

Namun, jika harus mengenakan sepatu, carilah alas kaki yang bisa menyesuaikan lengkungan alami kaki dan kontur tumit, tetapi tidak memberikan lebih banyak tekanan pada persendian.

19. Makan makanan pedas

Rempah-rempah seperti cabai rawit, jahe, dan kunyit mengandung senyawa yang mengurangi pembengkakan dan menghalangi zat kimia otak yang mengirimkan sinyal nyeri.

Konsumsi makanan yang membantu meredakan peradangan dan nyeri dengan menambahkan sesuatu yang membuat makanan tersebut menjadi pedas. Bisa menggunakan cabai, atau saus sambal botolan.

20. Berjemur sinar matahari

Banyak orang dengan artritis kekurangan vitamin D, yang berperan dalam produksi kolagen di persendian.

Studi menemukan, memeroleh lebih banyak vitamin D bermanfaat bagi penderita rheumatoid arthritis.

Untuk meningkatkan kadar vitamin D, berjermurlah di bawah sinar matahari selama 10-15 menit setiap hari, dua hingga tiga kali seminggu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X