Kompas.com - 08/04/2021, 15:23 WIB

KOMPAS.com - Metode food prepping membuat proses memasak jadi jauh lebih mudah dan cepat. Tak heran strategi ini kerapkan dijalankan para ibu di bulan Ramadan agar bisa lebih fokus beribadah.

Food prepp alias meal prepping ialah menyiapkan bahan makanan untuk satu periode. Diawali dengan membuat menu, mencatat daftar yang diperlukan dan berbelanja sesuai kebutuhan tersebut.

Setelah itu bahan pangan diwadahi sesuai dengan menu dan porsi yang akan dimasak. Ketika tiba waktunya, kita tinggal mengolahnya sesuai selera atau tinggal memanaskannya.

Adapula yang memasaknya terlebih dulu hingga matang atau setengah matang, tinggal dihangatkan jika ingin dimakan.

Baca juga: 5 Jenis Makanan yang Sebaiknya Tidak Disimpan di Freezer

Tak perlu lagi repot belanja, mengupas, mengiris dan berbagai hal lainnya. Karena efektifitasnya ini maka metode ini cocok untuk bulan puasa khususnya saat bersantap sahur

Meal prepp membuat kita tetap bisa beraktivitas tanpa kelelahkan ekstra menyajikan masakan lezat di meja makan.

Ahli gizi Seala Septiani mengatakan jika metode menyiapkan dan memanaskan makanan kembali sah-sah saja dilakukan.

"Namun ada hal yang bisa diupayakan agar nutrisinya tetap terjaga" katanya. Beberapa hal yang bisa dilakukan seperti:

  •  Hindari pemanasan berulang kali

Sebelum disantap, makanan yang sudah disiapkan biasanya dipanaskan terlebih dulu. Cara ini boleh saja dilakukan namun, sebaiknya tidak berulang kali.

Hangatkan makanan dalam satu porsi makan, kemudian segera habiskan. Cara ini membuat rasa makanan dan asupan gizinya tetap terjaga.

Baca juga: Tengok, Inspirasi Makanan Sehat Tanpa Perlu Repot Dimasak

  • Tingkatkan suhu secara bertahap

Makanan yang sudah disiapkan biasanya disimpan di lemari pendingin. Karena itu Seala menyarankan untuk mengembalikan suhunya secara bertahap dan tidak langsung dipanaskan begitu saja.

"Kalau mau dimakan lagi saat sahur, jangan ditaruh freezer langsung dipanaskan tapi bertahap," jelasnya.

Letakkan makanan di kulkas bagian bawah  atau diamkan dalam suhu ruang beberapa jam sebelum dihangatkan kembali.

  • Awas pemanasan terlalu tinggi

Ilustrasi memasak. FREEPIK/SENIVPETRO Ilustrasi memasak.

Kita biasanya memanaskan makanan dengan suhu tinggi agar semakin lezat saat disantap. Namun cara ini sebaiknya dihindari untuk makanan yang sudah disiapkan sebelumnya.

"Contohnya saja sup, jangan dipanaskan sampai mendidih kembali," jelasnya.

Makanan dalam kondisi hangat dianggap paling ideal karena menambah kelezatan sekaligus gizinya tetap terjaga.

Baca juga: Ketahui, 10 Fungsi Microwave Selain Memanaskan Makanan

  • Batasi porsinya

Ahli nutrisi ini mengingatkan untuk selalu membatasi jumlah porsi yang dihangatkan. Siapkan porsinya sesuai jumlah orang atau yang sanggup dimakan.

Dengan begini, sisa makanan yang lain bisa disimpan kembali dan tidak terpapar pemanasan berulang kali.

"Misalnya beli rendang 1 kilogram, mau dimakan saat sahur, jangan panaskan di panci semua tapi yang mau dimakan saat itu saja," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.