Kompas.com - 09/04/2021, 07:47 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com – Apakah Anda sering menyesal karena telah menakut-nakuti atau mengancam anak agar menuruti perintah?

Sadar atau tidak, terkadang kita sebagai orangtua mengandalkan jurus mengancam, entah itu untuk mendisiplinkan sang anak, membuatnya rajin mengerjakan tugas, atau hal lainnya.

Dr Pallavi Rao Chaturvedi, seorang ahli pengasuhan anak, menyebut didikan dengan ancaman dapat berefek hingga jangka panjang pada anak.

"Mendidik anak dengan ancaman hanya berhasil sampai anak masih dalam kendali orangtua. Jika anak mulai mandiri hal ini tak berguna lagi," katanya.

Selain itu, kebiasaan mengancam akan memperburuk hubungan antara orangtua dan anak.

Ancaman justru membuat anak mudah untuk tidak peduli lagi dengan omongan orangtua.

Baca juga: Memahami Pola Asuh Permisif dan Risikonya bagi Anak

Berikut ini cara yang bisa kita lakukan untuk menghindari mendidik anak dengan cara mengancam:

1. Cobalah untuk membuat tugas atau hal yang ingin kita ajarkan itu menjadi lebih menarik dan menyenangkan. Orangtua juga dapat berpartisipasi dengan anak.

2. Berikan penghargaan dan pujian yang tulus sebagai motivasi yang positif untuk anak yang telah melakukan sesuatu yang baik.

3. Berikan penjelasan singkat ketika anak harus melakukan sesuatu. Entah itu, sebab akibatnya yang bisa meyakinkan anak untuk mau melakukannya.

4. Abaikan kesalahan kecil yang dibuat anak-anak saat menyelesaikan pekerjaan. Bagaimanapun, setiap orang belajar dari kesalahannya, begitu pula orangtua.

5. Gunakan kata tolong, agar anak pun merasa tidak dipaksa melakukan sesuatu. Selain itu, ini bisa menjadi cara membiasakan anak untuk menggunakan kata tolong, bukan hanya sekadar memerintah orang lain dengan tidak sopan.

Baca juga: 7 Keuntungan Hidup Disiplin dan Teratur



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X