Kompas.com - 14/04/2021, 09:08 WIB

KOMPAS.com - Masa pendekatan di era digital ini berarti berkenalan secara online. Apa pun situs mencari pasangan yang kamu pilih, kamu pasti merasa frustasi juga dengan cara pendekatan online ini.

Si dia yang terlihat ramah, memberi perhatian, rajin memulai percakapan, sehingga kita mulai berbunga-bunga, tapi selalu menghindar jika diajak bertemu. Kita pun bingung menerjemahkan arti perhatiannya.

Mungkin kamu sudah akrab dengan istilah ghosting, tapi kini ada istilah baru untuk pria atau wanita pemberi harapan palsu, yakni breadcrumbing.

Secara umum breadcrumbing adalah istilah untuk mereka yang senang memberi perhatian lebih tapi tidak memberi kepastian. Mereka tak berhenti membuat kita merasa tertarik, walau tak punya keinginan untuk berkomitmen.

Baca juga: Mengapa Sulit Dapat Pasangan Serius Lewat Kencan Online?

Apa penyebab pelaku breadcrumbing? 

1. Belum siap untuk berkomitmen

Dia menganggap kita menarik dan enak diajak berbicara, sehingga dia menjaga hubungan yang belum jelas ini tetap hidup. Tetapi, dia belum siap untuk menuju ke hubungan yang bermakna, jadi dia menahan diri untuk ke hubungan yang lebih dalam.

2. Menjadikan kita sebagai cadangan

Memang tidak ada salahnya mengenal dan dekat dengan banyak orang dengan tujuan untuk menemukan pasangan terbaik. Namun, jika kita menggantungkan orang lain dengan suatu hal yang tidak pasti, tentu itu menyakitkan.

Baca juga: Ghosting Generasi Digital, Tak Melulu soal Asmara

Bisa saja dia menjadikan kita sebagai cadangan atau bagian dari daftar calon pasangannya. Namun, dia lebih tertarik pada orang lain yang lebih sesuai dengan kriterianya.

Sebelum mendapatkan jawaban yang pasti dari orang lain, dia tentu tidak akan memperjelas hubungan dia dengan cadangannya.

Ilustrasi.SHUTTERSTOCK Ilustrasi.

3. Merasa Kesepian

Dia memang memiliki sahabat. Namun, memiliki teman tapi mesra lebih menarik dan memuaskan.

Bisa juga dia merupakan tipe yang agak sulit untuk bersosialisasi, sehingga membuatnya tidak memiliki siapa pun yang cocok untuk diajak ngobrol atau sekadar memberikan perhatian.

Itulah mengapa, dia akhirnya menyebarkan jaring yang bisa memerangkap kita untuk berada di dalam kondisi ini. Tentu, untuk membuatnya tak merasa kesepian.

4. Tidak sengaja

Tak sedikit juga kasus pelaku breadcrumbing semata-mata karena buruknya cara berkomunikasi. Sebagian orang merasa sulit mengungkapkan perasaan romantisnya dengan cara yang mudah dipahami.

Penting juga diingat bahwa percakapan lewat teks lebih sulit diartikan dibanding berbicara secara langsung. Sangat mudah bagi kita untuk salah memahami maksud pesan yang disampaikan. 

Untuk mengatasinya, tanyakan saja secara langsung apa maksud si dia. Ungkapkan pula jika sikapnya itu membuat kita tidak nyaman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.