Kompas.com - 14/04/2021, 11:00 WIB
. Shutterstock.

Langkah mengatasi pembekuan darah

Teitelbaum mengatakan, cara mengatasi pembekuan darah tergantung nyeri atau sakit yang dirasakan seseorang.

Jika kita mengalami sesak napas dan tidak bertenaga, segera dapatkan penanganan darurat.

"Kita perlu pergi ke ruang gawat darurat dan dievaluasi," kata dia.

Namun, apabila gejalanya berupa nyeri atau bengkak dan kita tidak mengetahui penyebabnya, disarankan untuk mengunjungi dokter.

Biasanya dokter akan menangani kondisi pembekuan darah dengan menggunakan obat pengencer darah.

Obat tersebut umumnya dapat dipecah menjadi antikoagulan, tablet atau suntikan.

Efeknya adalah membantu mencegah penggumpalan darah, serta terapi trombolitik, di mana pasien meminum obat untuk melarutkan gumpalan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam kasus yang lebih parah, pasien DVT bisa jadi harus dioperasi.

"Jika kita mengalami pembekuan darah, Anda mungkin perlu terus mengonsumsi anti koagulan selama beberapa bulan setelahnya," kata Teitelbaum.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.