Kompas.com - 14/04/2021, 12:31 WIB
Ilustrasi kelahiran bayi PIXELSIlustrasi kelahiran bayi

KOMPAS.com - Seorang bayi lahir dengan tiga penis, dan disadari tiga bulan pasca orangtua sang bayi membawanya pulang pada tahun 2020 lalu.

Berdasarkan hasil studi kasus yang dimuat dalam International Journal of Surgery Case Reports, bayi ini dikabarkan lahir di Duhok, Irak.

Disebukan, pada awal kelahiran, tidak terlihat tanda-tanda jika bayi itu memiliki penis ekstra.

Baca juga: Kasus Langka Pertama di Dunia, Seorang Bayi Lahir dengan 3 Penis

Setelah tiga bulan, orangtuanya melihat ada potongan kulit di dekat skrotum atau kantong zakar, disertai pembengkakan di area tersebut.

Pada pemeriksaan lebih lanjut, dokter menyadari potongan kulit tambahan yang ditemukan itu adalah dua penis.

Satu penis tambahan mempunyai panjang sekitar dua sentimeter, dan penis lainnya berukuran sekitar satu sentimeter.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bayi dalam laporan tersebut memiliki dua penis tambahan yang kemudian diangkat.

Proses pengangkatan dua penis tersebut berhasil, dan sang bayi dikabarkan pulih satu tahun kemudian.

Baca juga: Bayi di Irak Dilaporkan Lahir dengan 3 Penis

Laporan itu mengungkap, kasus yang dialami bayi tersebut adalah kasus triphallia pertama yang tercatat di dunia, atau adanya tiga organ penis pada tubuh.

Sebelumnya, hanya ada diphallia atau penis ganda, dan kondisi medis ini dikenal sejak tahun 1600-an. Demikian dikabarkan dalam International Business Times.

Berdasarkan studi tentang fenomena ini disebutkan, diphallia terjadi pada setiap 5 juta-6 juta kelahiran.

Dengan demikian dapat terlihat bahwa kasus penis tambahan pada manusia amat jarang terjadi.

Namun demikian, kasus semacam ini dapat menjadi kian bermasalah jika kondisi itu tidak ditangani sejak dini.

Berdasarkan laporan tersebut juga disebutkan, tidak ada kesamaan kasus antara anak yang lahir dengan penis tambahan.

Baca juga: Penis Bengkok, Normal atau Tidak?

Artinya, pengobatan pada bayi yang memiliki penis tambahan tidak bisa disamakan antara satu bayi dengan bayi lainnya.

"Pasien dengan supernumerary penis memiliki presentasi yang unik dan tidak ada kasus yang identik."

Demikian laporan penulis studi Shakir Saleem Jabali dan Ayad Ahmad Mohammed dalam kesimpulan penelitian tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.