Kompas.com - 14/04/2021, 12:42 WIB
Ilustrasi kulit berminyak shutterstockIlustrasi kulit berminyak

KOMPAS.com - Kita mungkin berasumsi, jenis kulit setiap orang tidak akan mengalami perubahan. Sehingga, kita dapat menentukan perawatan kulit yang sama sepanjang waktu.

Namun, kenyataannya, kulit sangat rentan mengalami pergeseran karena sejumlah faktor, termasuk perubahan lingkungan dan hormonal.

Meski demikian, ada perbedaan antara kulit yang mengalami pergeseran sementara dengan jenis kulit yang berubah secara permanen.

Baca juga: 7 Tips Memilih Sunsreen untuk Kulit Berminyak dan Cara Penggunaannya

"Jenis kulit kita ditentukan secara genetik dan itu bukanlah sesuatu yang berubah seiring musim," kata dokter kulit yang berbasis di New York, Joshua Zeichner, MD.

"Satu-satunya pengecualian adalah kulit berminyak bisa menjadi kulit kering seiring bertambahnya usia," tambah dia.

Pasca menopause, perubahan jenis kulit juga dapat terjadi karena kelenjar penghasil minyak (sebaceous) menjadi kurang aktif.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kulit kita dapat bereaksi sementara terhadap perubahan lingkungan dan menunjukkan karakteristik yang berbeda dari biasanya selama masa transisi.

"Sangat penting untuk menyesuaikan rutinitas perawatan kulit kita agar sesuai dengan perubahan ini," kata dia.

Kulit berubah menjadi lebih kering

Menurut Dr Zeichner, kulit kering biasanya terasa gatal dan mungkin timbul serpihan atau kemerahan.

Baca juga: Atasi Kulit Kering dengan Body Butter Aroma Kelapa

Kulit sering kali menunjukkan kekeringan menjelang musim gugur dan musim dingin, jadi luangkan waktu untuk merawatnya dengan lembut.

Dia juga menyarankan agar kita mencari pembersih yang melembapkan dan tidak merusak pelindung kulit.

Carilah pembersih yang mengandung dua persen asam polihidroksi (PHA) untuk mengelupas serpihan kulit yang kering dengan lembut sambil menjaga pelindung kulit.

"PHA memiliki struktur molekul yang lebih besar daripada asam alfa hidroksi, sehingga membuatnya lebih lembut di kulit," ujar ahli kimia kosmetik, Ginger King.

Setelah kulit wajah dibersihkan, Dr Zeichner menekankan pentingnya memastikan kulit tetap terhidrasi dengan mengoleskan pelembap.

Kita bisa menggunakan produk yang kaya akan ceramide, yang dapat membantu memperkuat pelindung kulit dan menjaga kelembapan.

Kulit berubah menjadi lebih berminyak

Kulit berminyak ditandai dengan tampilan berkilau dan rasa berminyak yang berat. Jika ternyata kulit kita lebih berminyak dari biasanya, itu adalah perubahan sementara.

Zeichner mengatakan, produksi minyak cenderung naik sepanjang siklus menstruasi karena kadar hormon yang meningkat.

Baca juga: Dampak yang Terjadi pada Tubuh Jika Sering Makan Makanan Berminyak

Saat hormon kita bergeser selama siklus menstruasi, maka untuk sementara hormon merangsang kelenjar sebaceous agar bekerja secara berlebihan.

"Mengganti pembersih dapat membantu mengatasi produksi minyak yang ekstra," kata dia.

Bersihkan kulit wajah dua kali sehari dengan bahan-bahan seperti kaolin dan bentonite clay, yang membantu menjaga wajah supaya tak terlihat berminyak sekaligus menghilangkan kotoran yang menumpuk.

Zeichner pun merekomendasikan penggunaan serum maupun pelembap yang lebih ringan dan bebas minyak.

Kombinasi kulit kering dan berminyak

Perubahan musim dapat membuat pergeseran kulit menjadi kombinasi antara kering dan berminyak.

Tapi jangan khawatir, biasanya hal ini hanya akan terjadi sementara.

Apabila kita mengalami peningkatan kekeringan atau rasa berminyak yang terkonsentrasi di bagian tertentu pada wajah, mulailah memperlakukannya seperti kulit kombinasi.

Baca juga: Benarkah Pori-pori Kulit Wajah Bisa Dikecilkan? Simak Penjelasannya

Langkah itu harus dilakukan hingga kondisi kulit bergeser kembali ke jenis kulit biasa.

"Kulit kombinasi berarti berminyak di zona-T yakni sekitar dahi dan hidung, tetapi pipi kita cenderung kering," ungkap Zeichner.

Demi merawat kulit kombinasi secara efektif, kita memerlukan rutinitas yang cukup fleksibel untuk diterapkan di semua area wajah.

Berfokuslah pada tekstur pembersih yang ringan di sepanjang rutinitas perawatan kulit.

Pilih serum dan pelembap yang menghidrasi kulit kering tanpa menyebabkan rasa berminyak pada zona-T.

"Cobalah pelembap humektan yang mengandung bahan pelembap seperti asam hialuronat," sambung dia.

Baca juga: Cara Mudah Atasi Kulit Kering Menghitam di Siku dan Lutut

"Sementara, hindari pelembap emolien dengan minyak berat karena terlalu berlebihan untuk kulit kombinasi," ujar Zeichner.

Di samping itu, kita bisa menambahkan micellar water dalam rutinitas perawatan untuk semua jenis kulit.

"Micellar water lebih lembut karena aksi surfaktan yang lebih sedikit."

"Surfaktan adalah agen pembersih yang membantu memecah minyak dan kotoran pada kulit, meski dalam beberapa bentuk dapat menyebabkan iritasi atau kekeringan," imbuh King.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.