Kompas.com - 15/04/2021, 08:38 WIB
Ilustrasi remaja ISTOCKPHOTO/FERLISTOCKPHOTOIlustrasi remaja

KOMPAS.com - Masa remaja memang masa-masa transisi anak mengalami banyak perubahan dalam hidupnya. Mulai dari perubahan yang ada dalam tubuhnya secara fisik hingga harus menghadapi emosi yang membingungkan.

Selama masa remaja, anak pada umumnya menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk menemukan identitasnya. Mereka juga cenderung mencoba banyak hal baru, menemukan lingkungan dan tempat yang cocok untuknya.

Banyak orangtua yang mengaku agak sedikit bingung dengan tingkah anaknya karena bisa dengan cepat berubah-ubah. Jawaban untuk pertanyaan 'ada apa dengan anak saya?' adalah anak dalam masa remaja.

Inilah tanda dan cara anak mencari jati dirinya.

Baca juga: Media Sosial Jadi Rujukan Remaja untuk Dukungan Kesehatan Mental

1. Anak menjadi pemberontak

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perilaku memberontak merupakan cara anak untuk menunjukkan pemisahan dari orangtua dan figur otoritas lainnya. Anak ingin menegaskan dirinya dan menunjukkan bahwa ia bisa mengambil keputusan sendiri.

Menurut PsychCentral, mereka memberontak melawan otoritas, sambil berusaha membuat diri mereka diterima oleh teman sebayanya. Banyak remaja akan berusaha keras untuk melanggar aturan, hanya untuk menunjukkan bahwa mereka bisa.

Ilustrasi media sosial membuat stresHighwaystarz-Photography Ilustrasi media sosial membuat stres

2. Menggunakan simbol status

Remaja berusaha membangun identitasnya melalui simbol status. Mereka akan mengenakan pakaian dan memperoleh benda yang akan menjadikan mereka sebagai bagian dari suatu kelompok.

Bagi kebanyakan remaja, mengenakan pakaian yang tepat membantu mereka menunjukkan afiliasi dengan kelompok tertentu. Memiliki barang atau benda yang tepat sangat penting untuk harga diri mereka.

Mereka akan berusaha keras untuk mendapatkan simbol status yang membantu membangun identitas tertentu.

Baca juga: Awas, Anak Remaja Gampang Capek dan Ngantuk Saat Belajar Mungkin Akibat Anemia

3. Memiliki selebritas panutan

Adalah hal yang lumrah remaja mencari selebritas yang menjadi panutan mereka.

Para remaja sedang berada pada usia di mana mereka mencoba untuk menemukan siapa mereka. Mereka bereksperimen dengan peran yang berbeda dengan mengikuti idola yang mereka kagumi.

Remaja cenderung akan mengidolakan sosok populer, lalu mencoba untuk menjadi seperti individu tersebut.

Anak remaja cenderung kehilangan identitasnya sendiri karena mengadopsi identitas idolanya. 

4. Terlibat dalam perilaku yang salah

Banyak remaja yang akhirnya melakukan perilaku terlarang yang mereka anggap membuat mereka tampil lebih dewasa.

Anak remaja akan melakukan sesuatu yang akan membuatnya diterima dan diakui oleh teman-temannya. 

Baca juga: Cara Terbaik Hadapi Anak Praremaja yang Keras Kepala

Kebanyakan dari mereka mencoba narkoba, alkohol, merokok, bolos sekolah, dan melakukan hubungan seks secara bebas.

Pendapat teman-teman tentang apa yang dimaksud dengan benar berarti lebih dari apa yang dipikirkan oleh orang tua atau figur otoritas.

5. Bergabung dalam suatu kelompok

Remaja sering kali membentuk atau bergabung dengan kelompok yang ingin mereka kenali. Tak heran jika di masa-masa ini mereka memiliki geng atau kelompok tersendiri.

Remaja cenderung sangat tidak toleran terhadap orang-orang yang mereka anggap "berbeda". Mereka akan mengecualikan orang-orang yang tidak mereka inginkan untuk dikaitkan, termasuk orang-orang yang menurut mereka tidak menarik.

Remaja mendefinisikan diri mereka sendiri dalam kaitannya dengan orang-orang yang mereka kagumi. Mereka berusaha untuk memperkuat identitas mereka dengan mengecualikan orang lain.

Baca juga: Instagram Siap Luncurkan Fitur Keamanan Baru untuk Lindungi Remaja

6. Mengubah penampilan

Sebagian besar anak remaja cenderung mengubah penampilan untuk menemukan jati dirinya. Mereka mungkin mengubah cara mereka berpakaian dan mulai bertindak secara berbeda.

Ini adalah cara mereka "mencoba" identitas baru untuk melihat apa yang akan berhasil atau yang cocok bagi mereka.

Setiap kali anak remaja berpakaian berbeda, mereka merasa seperti menjadi orang yang berbeda. 

7. Memiliki hobi dan aktivitas

Remaja akan bergabung dengan klub atau terlibat dalam hobi dan aktivitas yang mereka rasa "mendefinisikannya".

Mereka akan sering bergabung dengan klub yang menurut mereka cocok atau tempat mereka dapat bergabung dengan teman yang berpikiran sama.

Beberapa mungkin terlibat dalam kegiatan yang tidak terlalu mereka minati. Mereka melakukan ini sebagai cara untuk menjadi seperti orang yang mereka kagumi.

Baca juga: Banyak Remaja Perempuan Tidak Sadar Jadi Korban Kekerasan Seksual

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Moms
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.