Kompas.com - 15/04/2021, 11:50 WIB
Buku-buku yang ditulis Yuval Noah Harari. Buku-buku yang ditulis Yuval Noah Harari.

KOMPAS.com - Buku berjudul Homo Deus; A Brief History of Tommorow ramai diperbincangkan di Twitter karena jadi objek flexing. Katanya, membahas buku ini saat kencan pertama bisa meningkatkan daya tarik seseorang.

Dibandingkan obrolan soal makan dan aktivitas harian yang membosankan, bahasan soal isi buku ini jauh lebih berkesan.

 

Pendapat itulah yang jadi awal mula ribut-ribut warganet di media sosial burung biru ini.

Dalam waktu singkat, twit ini mendapatkan beragam respon dari warganet. Banyak yang menilai ini hanya sekedar pamer dan omong kosong belakang.

Opini yang berkembang, ketimbang tema kontroversial seperti yang diulas di buku Harari ini, buku-buku bertema ringan akan jadi pembicaraan yang lebih menyenangkan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Beberapa warganet berpendapat akan langsung ilfeel pada seseorang yang membahas buku 'seberat' karya penulis Yuval Noah Harari ini.

Baca juga: 5 Cara Sederhana PDKT ke Pecinta Buku

Untuk lebih memahami soal isi buku ini, ketahui lima hal soal salah bacaan yang masuk dalam New York Times Bestselling ini. 

  • Membahas soal penggunaan teknologi

Inti dari buku Homo Deus adalah bagaimana peradaban mulai didominasi dengan teknologi baru yang perlahan menjadikan manusia terasa bagaikan dewa.

Salah satu yang disorot soal penggunaan kecerdasan buatan dan rekayasa genetika. Penulis juga membahas jika kelaparan, perang dan wabah penyakit sudah semakin bisa dikendalikan oleh manusia.

Sebaliknya, masih banyak tantangan lain yang dihadapi oleh peradaban termasuk bagaimana kemajuan yang diciptakan malah merusak manusia.

Salah satu contoh yang diutarakannya ialah kini lebih banyak manusia mati karena obesitas dibandingkan kelaparan, hal yang ironis jika dibandingkan masa lalu.

Baca juga: Sinopsis Film Upgrade, Ketika Kecerdasan Buatan Mengendalikan Pikiran

  • Sekuel dari Homo Sapiens

Buku ini merupakan lanjutan karya sebelumnya yang berjudul Homo Sapiens dari penulis yang sama. Buku yang juga sangat populer ini membahas soal bagaimana manusia bisa menjadi pemuncak dari evolusi berbagai ras yang ada di dunia.

Buku berjudul Homo Sapiens: a Brief History of Humankind ini menjabarkan sejarah manusia dari masa evolusi sampai berbagai inovasi yang terjadi dalam peradaban.

Berdasarkan ilmu biologi, antropologi, palenotologi dan ekonomi, Harari menggambarkan bagaimana sejarah telah membentuk manusia seperti yang ada sekarang.

  • Bagian dari trilogi

Diterbitkan pertama kali tahun 2016, Homo Deus sebenarnya punya lanjutanya yang berjudul 21 Lessons for 21st Century yang terbit dua tahun setelahnya.

Trilogi ini memotret soal perjalanan peradaban manusia sejak awal evolusi, kehidupan masa kini dan prediksinya akan perkembangan teknologi di masa depan.

Karena itulah, buku ketiga membahas soal berbagai masalah yang kita rasakan saat ini. Misalnya soal bagaimana perkembangan hoax yang begitu pesat dan isu kerahasiaan data yang semakin tak terkontrol di era internet ini.

Baca juga: Homo Sapiens, Homo Humanus, Homo Deus Mengeroyok Corona

  • Ditulis oleh profesor sejarah

Penulis buku ini, Yuval Noah Harari, merupakan akademisi dari Departemen Sejarah di Universitas Hebrew Yerusalem. Sejak lulus dari Oxford pada 2002 lalu, pria berkebangsaan Israel ini mulai melanjutkan kiprahnya di ilmu ini.

Spesialisasi keilmuannya berkisar pada tema sejarah dunia, sejarah militer dan abad pertengahan. Buku-buku yang ditulisnya merangkum bagaimana ketiga ilmu tersebut berpadu dalam tulisan yang berhasil menyihir jutaan pembacanya.

Ia kini juga fokus pada penelitian makro sejarah termasuk keterkaitannya dengan ilmu biologi, efek psikologis, dan arah sejarah itu sendiri.

Baca juga: Rekomendasi 5 Buku Bacaan Ringan dari Najwa Shihab

  • Salah satu bacaan favorit Bill Gates

Popularitas buku ini bukan hanya karena temanya yang provokatif namun juga karena menjadi favorit miliarder dunia, Bill Gates. Ia kerap menyebutkannya sebagai salah satu bacaan kesukaannya dalam berbagai wawancara.

Meski tak sepenuhnya setuju dengan pemikiran si penulis, Gates menilai buku ini menantang, enak dibaca dan mengajak kita berpikir lebih kritis.

Isi buku ini, menurutnya, mengajak kita berpikir kembali soal perkembangan peradaban manusia dan nilai-nilai yang berhasil diwujudkan selama ini.

 Baca juga: 10 Tips Mudah untuk Lebih Banyak Membaca Buku

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.