Kompas.com - 16/04/2021, 05:38 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi

KOMPAS.com - Puasa Ramadhan menjadi ibadah yang rutin dijalankan umat Islam, setiap tahun. Namun, fakta ini tidak membuat tantangan berpuasa menjadi lebih mudah.

Berpuasa membatasi asupan makanan dan minuman selama lebih dari 12 jam. Selain itu, bulan puasa juga memengaruhi jam tidur, karena rutinitas sahur dan ibadah tarawih.

Perubahan rutinitas ini pasti berdampak pada stamina dan kondisi tubuh.

Baca juga: 5 Kebiasaan Buruk di Bulan Puasa, Penderita Gerd Wajib Hindari

Beberapa keluhan yang kerap dirasakan adalah mudah merasa lemas dan lelah di tengah padatnya aktivitas harian.

Karena itu, penting untuk menjaga kondisi kesehatan agar tetap bisa fokus beribadah.

Bukan hanya bermanfaat bagi spiritual, berpuasa jadi bisa memberikan efek kesehatan yang positif pula.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berikut ini adalah tips untuk menjalankan ibadah puasa yang lebih sehat untuk tubuh.

  • Jangan lewatkan sahur

Sebagian orang kerap melewatkan makan sahur karena merasa ngantuk atau kurang selera makan di dini hari.

Padahal asupan selama sahur menjadi sumber energi untuk menjalani puasa seharian.

Baca juga: 5 Jenis Makanan Berbuka Puasa yang Harus Dihindari Penderita Gerd

Nazima Qureshi, penulis buku The Healthy Ramadhan Guide mengatakan, sangat penting untuk makan sahur.

Ia bahkan menyarankan agar lebih cermat unutk memilih asupan makanan sahur sebagai sumber nutrisi.

Menu rekomendasinya berupa biji-bijian dengan kombinasi lemak, protein sehat, buah dan sayuran.

Kandungan ini bisa kita jumpai pada menu berupa oatmeal dan pancake berenergi.

Sebaliknya, sumber karbohidrat seperti nasi, yang kerap jadi pilihan masyarakat Indonesia, tidak dianjurkan.

"Karbohidrat tidak bisa menghasilkan energi untuk jangka panjang," kata dia seperti dikutip dari laman Healthline.

  • Awas dehidrasi

Konsumsi air selama berpuasa juga sangat penting agar tubuh tidak dehidrasi. Manfaatnya untuk menjaga kesehatan ginjal, mengobati sakit kepala, dan menjaga tekanan darah.

Baca juga: Batasi Berbuka Puasa dengan Gorengan, Lemaknya Tinggi

Di sisi lain, tubuh yang dehidrasi bisa berdampak buruk seperti mempengaruhi mood dan kelelahan serta kekurangan energi sepanjang hari.

Sejumlah riset membuktikan kadar air yang cukup juga dapat menurunkan rasa lapar. Jadi kita terhindar dari perut keroncongan selama seharian berpuasa.

Untuk menjaga tubuh tidak dehidrasi, pastikan mengonsumsi dua liter air per hari sesuai anjuran.

Jika kesulitan mengantur waktu minum, biasakan menyimpan botol minum dekat dengan kita ketika malam hari. Jika dibutuhkan, kita bisa langsung minum sewaktu-waktu.

Selain itu, konsumsi buah dengan kadar air tinggi juga bisa menjadi kebiasaan baik. Beberapa pilihannya antara lain semangka, timun, dan tomat.

  • Perhatikan porsinya

Banyak orang terlena saat berbuka puasa dan makan secara berlebihan.

Padahal, perilaku ini tidak baik untuk tubuh khususnya jika kita kerap mengonsumi makanan manis dan berminyak.

Kebiasaan ini bisa menyebabkan kenaikan berat badan, dan membuat kita mudah lelah.

Qureshi menyarankan berbuka puasa dengan kurma, buah dan air putih. Setelah itu, ambil jeda sejenak untuk beribadah tarawih sebelum makan malam.

Baca juga: Mengapa Tubuh Lemas Setelah Berbuka Puasa?

"Gula alami yang kita makan akan menjadi pengingat untuk tubuh jika kita sudah makan, karena itu kita terhindar dari merasa kelaparan dan makan berlebihan," ungkap dia.

Untuk porsi makan malam, menurut dia, porsi yang ideal berupa setengah piring sayuran, seperempat piring karbohidrat, dan seperempat piring protein.

  • Cek kondisi kesehatan

Catatan kesehatan pribadi harus diperhatikan ketika menjalankan ibadah puasa. Penderita diabetes dan hipertensi biasanya tetap bisa berpuasa selama kondisi kesehatannya terkontrol.

Wasem Alsabbagh, apoteker klinis berlisensi dan asisten profesor di University of Waterloo, Kanada, memberikan pandangannya. 

Dia berpendapat, sebagian besar pengobatan bisa dan harus dilanjutkan saat berpuasa. Kita hanya perlu menyesuaikan jadwal konsumsi obat ketika berbuka dan sahur.

"Jika puasa memperburuk kondisi medis, bahkan setelah mengubah jadwal pengobatan, pasien sebaiknya tidak berpuasa,” kata dia.

Lebih jauh, ia menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan apakah tubuh kita mampu diajak berpuasa. Khususnya untuk penderita sejumlah penyakit kronis.

  • Lanjutkan kebiasaan baik

Setelah sebulan berpuasa, tubuh akan terbiasa makan dengan teratur dalam porsi yang cukup. Pertahankan kebiasaan baik ini untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit.

Baca juga: Perhatikan, Manfaat Minum Susu Selama Bulan Puasa

Qureshi menyarankan melanjutkan pola ini dengan intermitten fasting alias puasa berkala.

Sebagai gaya hidup, model puasa ini dapat menjaga kesehatan sekaligus berat badan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.