Kompas.com - 19/04/2021, 11:37 WIB
. SHUTTERSTOCK.

Dengarkan anak saat dia bercerita dan cobalah memahaminya. Biarkan anak mengungkapkan perasaannya dan mengatakan apa yang dia sukai dari orang tersebut.

Harap diingat, kebanyakan anak di usia remaja beranggapan orangtua tidak mengerti apa pun tentang cinta.

3. Jelaskan apa itu obsesi

Sangat penting untuk berbicara dengan anak tentang obsesi dan bahaya yang dapat ditimbulkan dari obsesi.

Berikan peringatan kepada anak bahwa terobsesi dengan seseorang bukanlah hal yang baik.

Baca juga: 8 Tanda Kamu Sedang Jatuh Cinta, Menurut Drakor True Beauty

Ketika kita tergila-gila dengan seseorang, biasanya kita memposisikan orang tersebut sebagai sosok yang sempurna.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Juga, jelaskan kepada anak, terobsesi pada seseorang yang tidak dapat dikejar merupakan tindakan yang sia-sia. Buat dia mengerti, perasaan yang mendalam bisa dialaminya bersama orang lain.

Jatuh cinta bukan pengalaman sekali seumur hidup, dan anak yang mengetahui fakta ini bisa melangkah maju.

4. Ingatkan anak untuk tidak stalking medsos

Orangtua perlu mengingatkan anak agar tidak menggunakan medsos untuk stalking atau memata-matai orang yang disukainya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber Moms
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X