Kompas.com - 19/04/2021, 17:45 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

"Karena bayi menghabiskan banyak waktu dalam tahap tidur ini," kata Mindell.

Meski demikian, Live Science melaporkan, beberapa ilmuwan saraf meragukan anggapan jika bayi dapat bermimpi.

Para ahli menyebutkan, otak bayi belum matang untuk membentuk pemikiran dan gambaran abstrak mimpi.

Sebaliknya, mereka meyakini tidur REM memungkinkan otak bayi membentuk jalur dan mendorong perkembangan kognitif.

Jenis mimpi yang dialami bayi

Jika bayi bermimpi, sulit membayangkan seperti apa dunia di dalam mimpi bayi karena ia tidak memiliki bahasa atau konsep yang jelas terkait seseorang atau sebuah benda.

Oleh karena itu, dapat diasumsikan bahwa mimpi pada bayi berbeda dari mimpi orang dewasa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mimpi yang dialami bayi bisa sesuatu yang berfokus pada sensasi --seperti menyusui, atau visualisasi wajah ibu sang bayi.

Baca juga: 9 Arti Mimpi tentang Bayi yang Mungkin Belum Kamu Ketahui

Psikolog David Foulkes, pakar mimpi anak dan penulis "Children's Dreaming and the Development of Consciousness" mencoba menjelaskan fakta di balik bayi yang bermimpi.

Dalam bukunya, ia menuliskan mimpi dengan cerita yang terstruktur sulit terjadi pada anak, sampai anak tersebut berusia 7-9 tahun.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.