Kompas.com - 19/04/2021, 18:13 WIB
Ilustrasi bola tapioka untuk bubble tea. SHUTTERSTOCK/ELENA VESELOVAIlustrasi bola tapioka untuk bubble tea.

KOMPAS.com - Minuman dengan tambahan bola tapioka atau disebut juga boba, yang berasal dari Taiwan telah menjadi minuman populer di seluruh dunia.

Namun, di Amerika Serikat (AS), stok boba diprediksi akan habis lantaran adanya penundaan pengiriman tepung tapioka —bahan utama yang digunakan untuk membuat boba, dari Taiwan.

San Francisco Chronicle melaporkan, penundaan itu berimbas pada terjadinya kekurangan stok boba di AS, dan banyak produsen boba akan terkena dampaknya.

Baca juga: Berapa Modal Awal Buka Franchise Minuman HeiTian Boba Asal Taiwan?

Salah satu pemasok boba terbesar di California Utara, Hayward’s Leadway International Inc., mengungkapkan, orang-orang akan menyadari kekurangan boba pada awal minggu depan.

"Dalam minggu depan atau lebih, tapioka akan menjadi barang mewah karena tidak ada yang akan memilikinya," ungkap Tommy Huang, manajer penjualan senior di Leadway International.

Tommy mengatakan, perlu waktu dua bulan bagi pasokan boba untuk memenuhi permintaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Butuh waktu lama untuk mengatakan bahwa kami tidak akan kekurangan tapioka," ujar dia.

Minggu lalu, pendiri toko minuman Boba Guys — yang membuat boba sendiri — juga menjelaskan tentang kekurangan boba yang akan datang dalam sebuah video di Instagram.

"Kami memiliki pembaruan besar tentang masalah pengiriman, termasuk kekurangan boba di seluruh negeri yang akan datang," ujar dia.

Baca juga: Resep Es Coklat Boba, Minuman ala Kafe Kekinian

"Meskipun kami mengoperasikan pabrik kami sendiri di AS, kami bergantung pada jaringan pengiriman untuk mendapatkan tepung tapioka mentah," sambung dia.

Menurut dia, kekurangan ini bukan hanya tentang boba, tetapi seluruh ekosistem yang bergantung pada persediaan dari luar negeri.

Di sisi lain, Mai Shi, kepala pemasaran dan hubungan masyarakat di Kung Fu Tea, mengungkapkan kepada USA Today, kekurangan itu akan memuncak pada musim panas ini.

"Kami memiliki gudang di East dan West Coast jadi kekurangan kami dibandingkan dengan merek boba lainnya jauh lebih tidak signifikan," kata dia.

"Tapi, kami benar-benar melihat tren permintaan untuk seluruh kategori bubble tea semakin meningkat karena orang menginginkan minuman segar yang dibuat berdasarkan pesanan," imbuh dia.



Sumber FOXNEWS
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.