Kompas.com - 20/04/2021, 06:49 WIB
Ilustrasi minum shutterstockIlustrasi minum

KOMPAS.com - Bagi sebagian orang, mengonsumsi minuman berenergi dapat membuatnya memiliki stamina ekstra untuk melakukan segudang aktivitas.

Akan tetapi, tingkat konsumsi minuman berenergi harus diperhatikan. Terlalu banyak mengonsumsi minuman berenergi dikaitkan dengan gagal jantung khususnya pada pria.

Menurut Medical Xpress dan Eureka Alert, konsumsi minuman berenergi yang tinggi dapat menyebabkan gagal jantung pada pria muda termasuk remaja.

Pada umumnya, pria muda dan remaja memiliki banyak hal yang harus dikerjakan dan tak jarang membuat mereka begadang di malam hari.

Hal itu dapat membuat mereka kelelahan dan kurang tidur keesokan harinya namun tetap harus menyelesaikan tugas dan tanggung jawab.

Oleh karenanya, agar tetap kuat menjalani aktivitas, mengonsumsi minuman berenergi dainggap menjadi pilihan alternatif.

Padahal konsumsi minuman energi yang tidak dikontrol dapat menyebabkan efek berbahaya bagi kesehatan, bahkan di usia muda.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Suka Minuman Berenergi? Ketahui Juga Bahayanya

Para ahli medis dari Medical Xpress dan Eureka Alert memperingatkan efek mengonsumsi minuman berenergi pada pria usia muda.

Peringatan ini muncul setelah para ahli medis merawat seorang pria berusia 21 tahun yang menderita gagal jantung.

Setelah dilakukan observasi, ahli medis mengetahui pria tersebut secara teratur meminum empat kaleng minuman berenergi setiap hari selama sekitar 2 tahun.

Konsumsi teratur ini yang dianggap menyebabkan masalah pada jantung pria tersebut. Selama empat bulan, dia mengalami gejala seperti sesak napas, sesak saat berbaring, dan penurunan berat badan.

Kondisi itu membuatnya dirawat di ICU. Setelah menjalani berbagai tes, ternyata dia mengalami gagal jantung dan ginjal yang cukup parah.

Bahkan pria tersebut perlu menjalani transplantasi ginjal agar kondisi kesehatannya membaik.

Di sisi lain, kondisi jantungnya berangsur normal setelah menjalani pengobatan dan tidak mengonsumsi minuman energi sama sekali.

Ini bukanlah contoh kasus pertama yang menunjukkan minuman berenergi dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

Kendati demikian, tetap butuh lebih banyak penelitian untuk melihat kaitan antara minuman berenergi dengan efeknya terhadap kesehatan jantung dan sistem kardiovaskular.

Para ahli menyerukan agar label peringatan dipasang pada produk minuman berenergi agar remaja maupun orangtua dapat menyadari dampak kesehatannya.

Baca juga: Perhatikan, Risiko Kesehatan di Balik Minuman Berenergi



Sumber Moms
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.