Kompas.com - 20/04/2021, 13:05 WIB

Berdasarkan riset terbatas yang dilaksanakannya, setidaknya ada lima alasan yang menyulitkan kekerasa gender dihilangkan.

Pertama, ketidaktahuan sedang menjadi korban KBGO. Kedua ialah perasaan takut akan mendapatkan stigma negatif dari masyarakat ketika mengadukannya.

Baca juga: Kenali Bentuk Baru KDRT Lewat Gadget dan Media Sosial

Ketiga, korban yang merasa jadi korban tidak tahu caranya mengakses bantuan baik hukum maupun psikologis.

Keempat yaitu kekhawatiran malah akan menjadi korban UU ITE ketika mengakui pengalamannya di media sosial.

Sedangkan tantangan terakhir karena ketiadaan teman untuk mendampingi proses pencarian keadilan atas pengalamannya.

Baca juga: Survei: 56,3 Persen Responden Setuju dengan Revisi UU ITE

Tiga faktor utama yang bisa jadi acuan korban kekerasan online

Sayangnya, sejauh ini masyarakat khususnya anak muda belum memahami benar definisi KBGO ini. Dalam kebanyakan kasus, korban kerap merasa ragu apakah sudah menjadi korban kekerasan di ranah daring atau tidak.

Neira mengakui memang ada tantangan tersediri untuk memastikan apakah kita mengalami kekerasan online. "Agak tricky karena setiap orang kasusnya bisa berbeda," jelasnya.

Meski demikian, ia menyebutkan ada tiga aspek yang bisa dijadikan indikator yaitu:

  • Apa saja yang terjadi di dunia digital yang berbau seksual, gender dan tidak diinginkan

Berbagai perilaku di ranah online yang sifatnya tidak diinginkan bisa jadi bentuk KBGO. Konsep consent amat diperlukan untuk membedakan apakah perilaku atau atensi dari orang lain bisa dikategorikan sebagai kekerasan.

Baca juga: 6 Cara Menghadapi Body Shaming di Media Sosial

Neira mencontohkan DM seksual yang masuk tanpa izin atau dari orang tak dikenal bisa jadi bentuk KBGO. Selain itu, komentar di unggahan orang lain baik laki-laki atau perempuan juga bisa jadi bentuk kekerasan seksual online.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.