Kompas.com - 20/04/2021, 13:44 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Gaslighting merupakan istilah yang saat ini cukup populer, tetapi biasanya terjadi dalam hubungan asmara. Padahal, ternyata kita juga bisa melakukan gaslighting pada diri sendiri.

Istilah gaslighting mengacu pada bentuk kekerasan, seperti berbohong dan memanipulasi seseorang sampai orang tersebut mempertanyakan kewarasannya dan menerima realitas orang lain.

Ada juga yang kondisi di mana kita melemahkan emosi sendiri atas nama spiritualitas, dan ini disebut spiritual gaslighting. 

Mengenali spiritual gaslighting
Beberapa tema umum dalam praktik spiritual mencakup belajar mengatasi emosi yang sulit, menghormati pandangan yang berbeda, dan menunjukkan belas kasih, bahkan kepada orang yang berbuat jahat kepada kita.

Namun, yang harus diperhatikan adalah mengatasi emosi yang sulit bukan berarti mengabaikan emosi tersebut.

Baca juga: Waspada, Ini Tanda Pasangan Melakukan Gaslighting

"Anda dapat mengabaikan, merasionalisasi, atau menyangkal kenyataan dan kebenaran terkait apa yang harus dihadapi dengan alasan bimbingan spiritual," kata psikoterapis berlisensi Babita Spinelli, LP, JD, kepada Mindbodygreen.com.

Menurut Spinelli, kita cenderung membuat penyebab sebuah situasi atau keadaan tertentu menjadi tampak rasional dengan berpegang pada spiritual ketimbang mengatasinya.

Kapan spiritual gaslighting terjadi

Spiritual gaslighting bisa terlihat dalam beberapa cara. Mulai dari kita yang menggunakan spiritualitas sebagai sarana untuk mempermalukan diri sendiri, atau mengabaikan perasaan, keinginan, dan kebutuhan kita.

Ketika seorang teman mengalami sesuatu yang sulit, kita mungkin menyebut masalahnya sepele dan ia terkesan egois, kendati ia mempunyai emosi yang nyata terkait masalah tersebut.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X