Kompas.com - 21/04/2021, 04:08 WIB
Ilustrasi kecoa. FREEPIK/JIGSAWSTOCKERIlustrasi kecoa.

KOMPAS.com - Kecoa adalah binatang yang sangat sering kita jumpai di lingkungan rumah.

Sayangnya, keberadaan kecoa sering kali tidak diinginkan karena kotor, meninggalkan bau, dan terkadang hinggap di bagian tubuh kita.

Bahkan, kita juga kerap menemukan kecoa terbang yang tentunya lebih menyusahkan untuk dibasmi.

Tapi, pernahkah terpikirkan kenapa kecoa susah mati? Binatang ini tampaknya bisa hidup di mana saja, mulai dari tempat kotor hingga tempat yang sedikit lebih bersih.

Salah satu penelitian menjelaskan tentang pertanyaan besar ini.

Melansir Time, penelitian tersebut diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences, University of California pada 2016.

Para peneliti mempelajari apa yang memungkinkan kecoa mampu menavigasi celah-celah sempit dan apa yang terjadi ketika benda dengan bobot hingga 100 gram menimpa mereka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jawabannya terletak pada kerangka luar tubuh kecoa yang terdiri dari serangkaia pelat yang tumpang tindih.

Pelat yang dihubungkan oleh selaput elastis tersebut cukup kuat untuk memberikan perlindungan pada kecoa.

Meski begitu, pelat tersebut juga cukup fleksibel untuk menekan dan mengalihkan energi ke kaki-kaki binatang mungil ini.

Jika dilihat lebih dekat, kecoa memiliki duri-duri khusus di kakinya yang dapat memperkuat daya cengkramnya, bahkan ketika kakinya terjepit.

Para peneliti menemukan bahwa manuver tersebut memungkinkan kecoa untuk menahan kekuatan kompresi sekitar 300 kali berat badannya ketika merangkak melalui celah-celah sempit.

Dalam kasus lain, kecoa bahkan bisa bertahan dengan kompresi 900 kali berat badannya!

Ketertarikan para peneliti terhadap ketangguhan kecoa tak hanya terbatas untuk memahami kenapa kecoa susah mati.

Kemampuan kecoa menahan beban atau kekuatan cukup besar menurut peneliti adalah sesuatu yang diharapkan dapat diciptatkan kembali melalui robot.

Misalnya, untuk membantu pencarian pada situasi bencana, seperti gempa bumi atau ledakan.

Baca juga: Peneliti Sebut Kecoa Bisa Selamatkan Nyawa Manusia

Sementara Smithsonian magazine menyoroti laporan GenomeWeb bahwa 60 persen genom kecoa mengandung elemen berulang.

Itu termasuk 21.336 gen penyandi protein yang 95 persen di antaranya benar-benar menghasilkan protein.

Inilah alasan lainnya yang menjelaskan kenapa kecoa susah mati dan tangguh untuk bertahan hidup di lingkungan perkotaan.

Kecoa juga memiliki lebih dari 1.000 gen yang mengkode reseptor kimia dan membantunya dalam menavigasi lingkungan, termasuk 154 reseptor penciuman.

Jumlah ini dua kali lebih banyak dari serangga merayap lainnya.

Tak hanya di situ, kecoa juga punya 522 reseptor gustatori yang kebanyakan mampu mendeteksi rasa pahit sehingga memungkinkan kecoa mendeteksi makanan yang berpotensi beracun.

Kecoa juga menyandikan enzim tertentu yang membantunya mampu melawan pestisida dan bertahan di lingkungan yang esktrem.

Ini membuat para peneliti dari China menyebut kecoa sebagai "hama kecil dengan vitalitas sangat kuat" melalui penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature Communication.

Nah, cukup menjelaskan bukan mengapa gebukan sapu lidi atau gulungan kertas koran saja sering kali masih belum bisa menghentikan langkah hewan kecil yang lincah ini?

Ketahui sejumlah cara mengusir kecoa yang bisa kita coba terapkan di rumah.

Baca juga: 6 Cara Mudah Membasmi Kecoak

 



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.