Kompas.com - 21/04/2021, 12:24 WIB
Pekerja merawat anjing yang dititipkan di Glory Petshop, Jakarta Barat, Kamis (30/5/2019). Memasuki libur Lebaran 2019, jasa penitipan hewan mengalami peningkatan permintaan hingga 10 kali lipat bila dibandingkan periode yang sama pada 2018, dengan mematok tarif Rp 90 ribu - Rp 170 ribu per hari tergantung jenis hewan dan ukurannya. ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYATPekerja merawat anjing yang dititipkan di Glory Petshop, Jakarta Barat, Kamis (30/5/2019). Memasuki libur Lebaran 2019, jasa penitipan hewan mengalami peningkatan permintaan hingga 10 kali lipat bila dibandingkan periode yang sama pada 2018, dengan mematok tarif Rp 90 ribu - Rp 170 ribu per hari tergantung jenis hewan dan ukurannya.

KOMPAS.com - Hampir semua pelatih anjing atau dokter hewan akan memberi tahu kita, bahwa pelatihan berbasis penghargaan adalah yang terbaik untuk anjing.

Meski demikian, setiap anjing memiliki keunikannya sendiri dan kita perlu mempelajari berbagai metode agar dapat mengetahui mana yang paling disukai hewan peliharaan kita.

Bagaimana pun, membangun praktik kepatuhan yang sehat dan perintah yang tegas sejak dini sangat penting untuk perilaku baik anjing di sepanjang hidupnya.

Baca juga: Anjing juga Bisa Merasa Cemburu dengan Saingannya

Sayangnya, ada beberapa kata dan frasa yang muncul secara alami bagi kita sebagai manusia, tetapi tidak efektif untuk anjing.

Menurut pelatih dan dokter hewan, berikut ini terdapat lima hal untuk tidak boleh dikatakan kepada anjing peliharaan, seperti yang dikutip dari laman Pure Wow.

1. Tidak

Mengatakan "tidak" kepada anjing dianggap terlalu samar ketika kita mencoba menghentikan sebuah perilaku.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Urban Dog Training di Brisbane menggunakan contoh seekor anjing yang diam-diam mengunyah sepatu.

Kata "tidak" bisa merujuk pada kurangnya gonggongan, tempat mengunyah, atau tempat anjing duduk.

Anjing peliharaan mungkin tidak bisa membedakan mana yang kita maksud.

Lebih penting lagi, kata "tidak" tak memberi tahu anjing apa yang harus dilakukannya atau perintah seperti "jatuhkan" dan "duduk".

Baca juga: 12 Hal yang Perlu Diketahui Pemilik Anjing

Urban Dog Training menambahkan, mengatakan "tidak" dapat memperkuat perilaku buruk, karena kita memberikan perhatian kepada anjing meskipun itu perhatian yang buruk.

2. Berteriak

Animal Behavior College mencatat, anjing tidak memiliki logika dan kemampuan penalaran yang sama dengan manusia.

Berteriak atau membentak anjing dapat membuatnya ketakutan terhadap kita, lingkungannya, perilaku tertentu, dan bahkan mengarah pada perilaku reaktif.

Sekali lagi, berteriak dan memarahi dengan nada marah terlalu samar.

Berteriak pada anjing tidak akan mencegahnya mengunyah sepatu di lain waktu. Dia akan melakukannya lagi di tempat kita tidak dapat melihatnya.

Penelitian menunjukkan, anjing benar-benar menjadi pesimistis jika diperlakukan dengan cara ini.

3. Datang

Memanggil anjing untuk "datang" saat waktunya mandi, pergi ke dokter hewan, atau pengalaman tidak enaklainnya, akan menghubungkan perintah itu dengan pengalaman yang tidak menyenangkan.

Jika kita terlalu sering menipu anjing untuk berpikir, dia mendapatkan camilan ketika pergi ke dokter, maka dia akan berhenti datang ketika dipanggil.

Baca juga: Beda Kepribadian antara Pencinta Kucing dan Pencinta Anjing, Apa Saja?

Anjing bahkan mungkin tidak memercayai perintah lain yang kita berikan.

Tapi, kita bisa memberikan perlakuan khusus pada anjing saat sedang dalam perjalanan ke dokter hewan seperti memberikan es krim.

4. Turun

Canine Perspectives, sebuah tempat pelatihan anjing di Chicago mengungkap, menyediakan struktur dan konsistensi adalah kunci untuk membangun kebiasaan yang baik.

Anjing berkembang baik dengan rutinitas dan menikmati panduan untuk mengetahui apa yang harus dilakukan dalam situasi baru.

Setelah kita mengajarkan sebuah perintah, gunakan perintah itu secara teratur dan sebanyak mungkin di lokasi yang berbeda.

Jika anjing makan sesuatu yang beracun saat berjalan-jalan, sebaiknya dia mematuhi perintah "jatuhkan" di luar rumah.

Nah, karena ketertarikannya pada aturan, jangan mencampurkan perintah padanya. Tentu, bagi anjing kata "turun" dan "jatuhkan" memiliki arti yang hampir sama dan membingungkan.

5. Tidak ada

Di sisi lain, mengabaikan perilaku bermasalah juga dapat merugikan.

Baca juga: Amankah Membiarkan Anjing Tidur di Kasur?

Dokter hewan, Dr Jennifer L. Summerville, DVM mengatakan, mengabaikan perilaku anjing tidak lagi terbukti efektif.

Ditambah lagi, di dunia nyata, orang lain mungkin tidak akan bisa mengabaikan perilaku seperti melompat, mengunyah, atau merengek.

Mengajari anjing perintah khusus seperti duduk, diam, jatuhkan, dan turun akan membantu mengarahkan perilaku bermasalah tadi.

Selain itu, pelatihan semacam ini pun akan membantu anjing memahami apa yang harus dilakukan.



Sumber PureWow
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.