Kompas.com - 22/04/2021, 12:46 WIB

KOMPAS.com - Earth Day atau Hari Bumi diperingati setiap tanggal 22 April oleh warga di seluruh dunia. Namun kita bisa merayakannya setiap hari dengan perubahan gaya hidup dalam perilaku sehar-hari.

Warga dunia biasanya merayakan hari kepedulian atas bumi dengan melakukan sejumlah gerakan. Salah satunya turun ke jalan untuk meningkatkan kesadaran publik agar akan pentingnya menjaga lingkungan.

Dibandingkan cara itu, ada opsi yang lebih efektif yakni dengan mengubah gaya hidup kita. Perubahan pola hidup masyarakat bumi dipercaya dapat membuat kondisi planet ini lebih baik.

Hal ini selaras dengan tema Earth Day 2021 yaitu Restore the Planet yang bermakna mengembalikan bumi kembali ke kondisinya semula.

Hal ini terinpirasi dari perubahan kondisi Bumi yang menjadi sedikit lebih baik selama pandemi.

Baca juga: Hari Bumi, Ini Penampakan Dampak Perubahan Iklim Selama 37 Tahun

Pembatasan yang dilakukan warga dunia karena pandemi membuat banyak aktivitas terhenti termasuk industri yang selama ini jadi sumber masalah lingkungan.

Hasilnya, bumi mendapatkan break sesaat karena kadar emisi karbon yang turun sementara.

Selain itu, pandemi juga mengajarkan kita menerapkan gaya hidup yang lebih misalnya pengolahan pangan rumahan sampai membuat kompos sendiri di rumah.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah perilaku yang bisa kamu terapkan untuk merayakan hari bumi sepanjang tahun:

Baca juga: Manfaat Menanam Pohon untuk Diri Sendiri dan Anak Cucu

  • Menanam pohon

Sekarang memang sedang tren memiliki tanaman hias di rumah. Namun tak ada salahnya sedikit memodifikasi hobi baru kita dengan ikut menanam pohon.

Pohon membuat rumah lebih teduh serta mampu membersihkan udara dan mengeluarkan lebih banyak oksigen. Pohon yang rindang juga membuat tampilan rumah lebih indah dan sejuk.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti ikut bersepeda saat acara Melihat Harapan Bike Pangandaran di Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (9/1/2021). Gelaran tersebut merupakan bagian dari kampanye Melihat Harapan yang menjadi bukti keberlanjutan visi dan misi Kompas.com dalam membawa pesan positif dan semangat optimistis menguatkan bangsa di tengah kondisi pandemi Covid-19.KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti ikut bersepeda saat acara Melihat Harapan Bike Pangandaran di Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (9/1/2021). Gelaran tersebut merupakan bagian dari kampanye Melihat Harapan yang menjadi bukti keberlanjutan visi dan misi Kompas.com dalam membawa pesan positif dan semangat optimistis menguatkan bangsa di tengah kondisi pandemi Covid-19.

  • Bersepeda

Tren gowes meningkat selama pandemi sebagai gaya hidup maupun pilihan olahraga. Tak cukup sampai di situ saja, cobalah untuk menjadikan sepeda alternatif alat transportasi.

Perilaku ini dapat mengurangi emisi karbon dari kendaraan bermotor yang mencemari udara dan berkontribusi pada pemanasan global.

Selain itu, rutin bersepeda juga baik bagi kesehatan dan kebugaran tubuh kita.

Baca juga: Mengapa E-Bike Makin Populer sebagai Pilihan Bersepeda?

  • Gunakan tas belanja pakai ulang

Plastik belanja adalah salah satu sumber masalah terbesar di bumi karena tingkat penggunaannya sangat tinggi di seluruh dunia.

Dikutip dari Teen Vogue, setidaknya 100 miliar kantong plastik digunakan tiap tahun di Amerika Serikat.

Material plastik juga sulit dihancurkan, butuh waktu minimal puluhan tahun agar bisa terurai alami. Tumpukan plastik sendiri kerap jadi masalah bagi kesehatan serta merusak ekosistem lautan.

Sebagai gantinya, pakai tas yang bisa dipakai berulang kali (reusable) untuk kebutuhan kebutuhan harian kita. Saat ini tersedia banyak tas lucu dan praktis yang bisa dilipat sehingga mudah dibawa-bawa.

Paling tidak kita sudah berpartisipasi mengurangi penggunaan plastik masyarakat di bumi ini.

Baca juga: Jangan Buang Kantong Plastik, Cobalah Manfaatkan...

  • Sustainable fashion

Tren fashion yang berkelanjutan merupakan salah satu perubahan positif yang bisa kita anut. Saat ini ada banyak brand fashion yang berusaha ramah lingkungan dalam proses produksinya.

Pilihannya begitu beragam sehingga kita tak akan kalah bergaya dibandingkan menggunakan jenis fast fashion.

Beberapa brand besar juga sudah menerapkannya seperti H&m. Brand ini memungkinkan konsumennya membawa pakaian lama mereka untuk diolah kembali.

Selain itu, banyak brand lokal lain yang mengusung tema serupa dengan desain pakaian yang unik.

Baca juga: Gaya Hidup Berkelanjutan, Selamatkan Bumi dan Sehatkan Tubuh

  • Kurangi penggunaan kertas

Saat ini kita sudah begitu terbiasa dengan gaya hidup digital yang mengandalkan sistem online. Terapkan pula perubahan ini dengan mengurangi penggunaan kertas baik untuk tagihan, struk belanja, atau mulai membaca e-book.

Menurut PayItGreen Alliance, beralih ke metode penagihan online membantu menghindari menghasilkan 29 pon emisi gas rumah kaca per rumah tangga.

Jika memungkinkan, atur agar semua kebutuhan kertas dijadikan paperless. Bukan hanya baik untuk bumi, sistem ini juga membuat pengarsipannya lebih mudah bagi kita.

  • Terapkan reuse

Harus diakui, ada banyak kemasan atau wadah sisa makanan atau produk yang tidak terpakai di rumah. Daripada hanya jadi tumpukan sampah, kita bisa menggunakannya agar kembali bermanfaat.

Misalnya saja botol bekas skincare bisa dijadikan wadah tempat pensil. Selain itu, kemasan bahan makanan bisa dijadikan pot tanaman sukulen atau kaktus mini.

Alternatif lainnya menjadikan bekas wadah makanan siap saji menjadi wadah penyimpanan bumbu di dapur. Cara ini akan mengurangi sampah sekaligus menjadikannya berguna untuk kebutuhan kita.

Baca juga: Kreasi Daur Ulang Nyentrik, Bikin Kursi dari Masker Bekas Pakai

  • Bawa wadah sendiri

Kemasan makanan dan botol plastik menjadi salah satu jenis sampah yang paling sering dijumpai. Selain itu, proses produksi kemasan plastik ini membutuhkan jutaan barel minyak per tahun yang tentu saja buruk untuk bumi.

Karena itu, beralihlah dengan membawa wadah makanan sendiri. Biasakan menakar jumlah makanan yang akan dibeli dan kemudian bawa wadah yang diperlukan.

Cara ini akan mengurangi kemasan plastik atau kertas yang bisa dipakai untuk menyimpan makanan.

Selain itu, bawalah botol air minum sendiri sehingga kita tak perlu membeli air minum kemasan. Kebiasaan ini baik untuk bumi maupun untuk tubuh yang sehat.

Baca juga: Menyelamatkan Indonesia agar Tidak Terbungkus Plastik

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.