Kompas.com - 23/04/2021, 10:16 WIB

KOMPAS.com - Oatmeal termasuk makanan sehat yang sangat direkomendasikan untuk ditambahkan ke menu sehari-hari.

Oatmeal merupakan biji-bijian utuh yang kaya akan serat dan karbohidrat sehingga bisa membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.

Tapi lebih dari itu, oatmeal memiliki segudang manfaat. Berikut lima alasan untuk menjadikan oatmeal sebagai makanan pokok.

1. Kaya nutrisi

Setengah cangkir oatmeal mengandung sekitar 150 kalori, 5 gram protein nabati, 27 gram karbohidrat, 4 gram serat, dan beberapa gram lemak.

Di dalamnya juga mengandung berbagai vitamin dan mineral seperti zat besi, magnesium, seng, selenium, vitamin B, serta sejumlah kecil kalsium dan kalium.

Ini menjadikan oatmeal makanan padat nutrisi walaupun kalorinya rendah.

Baca juga: Kaya Nutrisi, Inilah 7 Manfaat Mengonsumsi Oatmeal bagi Kesehatan

2. Mengandung antioksidan

Menurut studi 2018 yang diterbitkan dalam jurnal Food Research International, oatmeal mengandung polifenol yang memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi.

Pada tingkat sel, polifenol telah terbukti membantu mencegah penuaan dan penyakit dengan mengurangi stres oksidatif.

Pada dasarnya, stres oksidatif adalah ketidakseimbangan antara produksi radikal bebas yang dapat merusak sel dengan kemampuan tubuh untuk melawan efek tidak diinginkan.

Efeknya yang seperti pengawal membuat polifenol telah dikaitkan dengan perlindungan terhadap penyakit jantung dan stroke, diabetes tipe 2, serta obesitas.

Baca juga: Ketahui, Efek yang Muncul setelah Makan Oatmeal

IlustrasiShutterstock Ilustrasi
3. Mengendalikan berat badan

Meskipun kaya akan karbohidrat, oatmeal dapat membantu mengendalikan berat badan.

Riset menunjukkan mereka yang rutin mengonsumsi oatmeal memiliki berat badan lebih rendah, lingkar pinggang lebih kecil, dan indeks massa tubuh lebih rendah.

Sebagai biji-bijian utuh oatmeal mempertahankan serat dan nutrisi utama sehingga menimbulkan rasa kenyang. Inilah yang menjadi keuntungan lain untuk mengontrol berat badan.

Selain itu, menurut penelitian kecil yang diterbitkan dalam jurnal Appetite, oatmeal memiliki efek positif pada perasaan kenyang.

Para peneliti membandingkan tingkat rasa lapar dan kenyang setelah makan oatmeal dan makanan sarapan lainnya seperti jeruk.

Hasilnya mereka yang makan oatmeal memiliki rasa kenyang lebih besar dan cenderung tidak ngemil pada jam-jam setelah sarapan.

Baca juga: Diet Oatmeal, Cara Cepat Menurunkan Berat Badan

4. Melindungi kesehatan

Setengah cangkir oatmeal memenuhi sekitar 14 persen kebutuhan nilai serat harian. Tetapi jenis serat yang ditemukan dalam oatmeal bersifat melindungi secara unik.

Oatmeal mengandung beta-glukan, serat yang terbukti mendukung fungsi kekebalan tubuh dan mengurangi kolesterol serta konsentrasi gula darah.

Oleh karenanya, konsumsi oatmeal secara teratur dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2 .

Beta-glukan juga bertindak sebagai antioksidan yang berkaitan dengan mencegah pengerasan arteri dan penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.

Beta-glukan membantu menjaga fungsi pencernaan, mencegah peradangan di usus, dan bertindak sebagai prebiotik.

Prebiotik pada dasarnya memberi makan mikroba pelindung di usus dan menghambat pertumbuhan bakteri jahat.

Berkenaan dengan regulasi gula darah, laporan tahun 2020 yang diterbitkan di Canadian Journal of Diabetes melihat oatmeal bisa dijadikan intervensi jangka pendek pada pasien diabetes tipe 2.

Konsumsi oatmeal menghasilkan penurunan kadar gula darah yang signifikan dan meningkatkan sensitivitas insulin.

Para peneliti mengatakan efeknya sebagian karena beta-glukan. Peneliti juga menyimpulkan oatmeal dapat digunakan untuk mencegah dan mengelola diabetes.

Baca juga: 5 Manfaat Konsumsi Oatmeal untuk Sarapan

5. Hidup lebih lama

Suatu meta-analisis 2019 yang diterbitkan dalam European Journal of Preventive Cardiology menemukan konsumsi oatmeal dapat menurunkan risiko semua penyebab kematian.

Termasuk kematian karena penyakit jantung, pembunuh utama bangsa.

Para peneliti meninjau 33 studi yang diterbitkan sebelumnya untuk menentukan hubungan antara makanan tertentu dengan kematian secara keseluruhan atau penyakit kardiovaskular.

Mereka menemukan konsumsi biji-bijian, termasuk makan oatmeal untuk sarapan, dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih rendah dari semua penyebab.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Health


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.