Kompas.com - 23/04/2021, 13:38 WIB

Batuk ini menyebabkan peradangan pada laring, organ di tenggorokan yang membuat kita bisa berbicara dan bernafas.

Peradangan inilah yang membuat pita suara menjadi, bengkak, dan kaku, sehingga getarannya tidak lagi luwes.

Dampaknya, nada dan kedalaman suara yang biasanya kita hasilnya menjadi berbeda sehingga suara menjadi serak.

Baca juga: Seberapa Ampuh Vitamin D untuk Cegah Covid-19?

Dalam kasus yang lebih ekstrem, pasien akan kesulitan berbicara dan hanya mampu berbisik saja.

  • Obat-obatan

Suara serak yang dialami pasien Covid-19 bisa pula disebabkan karena konsumsi obat obatannya.

Dalam banyak kasus, virus ini diobati dengan obat deksametason yang mengandung steroid.

Efek samping senyawa ini dapat dapat meningkatkan asam lambung yang kemudian menyebabkan iritasi kimiawi asam langsung pada tenggorokan dan pita suara.

Pemberian steroid, khususnya pada pasien yang memiliki masalah imunitas, juga berdampak sariawan, infeksi jamur di mulut dan tenggorokan.

Baca juga: Penderita Covid-19 Ringan Juga Alami Gejala Berkepanjangan

Gangguan ini dapat bertahan di pita suara sehingga menyebabkan iritasi tambahan dan suara serak.

  • Saraf vagus

Dr. Khabbaza menjelaskan, Covid-19 bisa menyebabkan peradangan di semua saraf yang terletak di saluran nafas.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.