Kompas.com - 24/04/2021, 15:37 WIB

KOMPAS.com - Sebagai kontribusi untuk mengurangi penggunaan limbah pabrik, penyedia perlengkapan outdoor The North Face berkomitmen untuk menjadi sustainable company di tahun 2025 mendatang.

The North Face menjelaskan bagaimana perusahaan menjadikan produknya sebagai peluang untuk mengurangi limbah, dan proses pembuatan produk lebih ramah lingkungan.

Disebutkan perusahaan asal California itu, 100 persen bahan yang digunakan untuk pakaian akan menggunakan bahan daur ulang atau terbarukan pada tahun 2025.

Selain itu, The North Face juga menyatakan 100 persen poliester dan 80 persen kain nilon akan dibuat dengan bahan daur ulang di tahun 2023.

Menurut senior manager of global sustainability The North Face, Carol Shu, langkah itu adalah tujuan yang paling dekat untuk dicapai perusahaan.

Baca juga: Ketika The North Face dan Gucci Bergabung Bikin Koleksi Vintage...

"Kami terus melakukan perjalanan untuk menciptakan produk kami dengan lebih bertanggung jawab dan bangga atas kemajuan yang kami buat," jelas Shu, seperti dikutip laman Footwear News.

Dia menambahkan, di tahun 2010, hanya enam persen dari bahan sintetis yang didaur ulang oleh The North Face.

"Sekitar 10 tahun kemudian, angka itu meningkat menjadi 57 persen, dan pada musim gugur 2021, sebanyak 72 persen bahan sintetis kami akan didaur ulang."

"Sekarang, kami secara resmi berkomitmen bahwa 100 persen bahan utama pakaian kami akan didaur ulang, regeneratif, dan dapat diperbarui pada tahun 2025," sambung Shu.

The North Face menyatakan akan meniadakan semua kemasan plastik sekali pakai pada tahun 2025.

Baca juga: Perusahaan Induk Vans dan The North Face Laporkan Penurunan Pendapatan

Juga, perusahaan itu akan meluncurkan circular apparel pada musim gugur 2022, serta tiga inisiatif baru dalam memerangi limbah dan memperpanjang masa pakai produk.

The North Face x Gucci Collection The North Face x Gucci Collection

Tiga inisatif dari The North Face tersebut adalah Renewed Collection, Lifetime Warranty, dan Clothes the Loop.

"Pada musim gugur 2022, pertama kalinya The North Face akan meluncurkan koleksi lebih dari 30 gaya di seluruh pakaian dan aksesori yang dirancang secara circular," kata Shu.

Dengan circular apparel, The North Face bertujuan meminimalkan limbah dan memanfaatkan sumber daya sebaik mungkin.

Baca juga: Melirik Kapas yang Berkelanjutan untuk Cegah Kerusakan Lingkungan

"Banyak merek meluncurkan koleksi tunggal, tetapi kami ingin mengukur circularity dengan mengubah gaya waralaba dan memperkenalkan lini baru."

Perusahaan bahkan berencana menyertakan segel "Exploration Without Compromise" baik di toko maupun online untuk mengidentifikasi produk The North Face yang berkelanjutan.

Segel tersebut akan ditempelkan di pakaian, peralatan, dan aksesori The North Face yang dibuat dengan 75 persen atau lebih bahan daur ulang, organik, regeneratif, atau sumber yang dapat diperbarui secara bertanggung jawab.

"Kami tahu produk memiliki dampak lingkungan yang melekat, tetapi dengan memilih produk yang dampaknya lebih rendah, pelanggan meningkatkan permintaan untuk produk ramah lingkungan," jelas Shu.

Baca juga: Gaya Hidup Sehari-hari yang Bisa Menjaga Bumi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.