Kompas.com - 25/04/2021, 15:00 WIB
Ilustrasi intermittent fasting shutterstockIlustrasi intermittent fasting

• Penderita demensia

• Mereka yang memiliki riwayat cedera otak traumatis atau sindrom pasca gegar otak

Namun, daftar ini masih tidak lengkap dan ada pengecualian. Misalnya, ahli kesehatan telah menggunakan puasa untuk mengobati epilepsi pada anak-anak.

Jika kita memiliki kondisi medis atau sedang mengonsumsi obat-obatan, penting untuk mendiskusikan manfaat dan risiko intermittent fasting dengan dokter.

Orang-orang tertentu mungkin lebih berisiko terhadap efek samping yang merugikan terkait dengan puasa.

jadi penting untuk menentukan apakah diet puasa adalah pilihan yang aman untuk kebutuhan spesifik kita.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.