Kompas.com - 26/04/2021, 10:24 WIB
Dr.Olivia Ong bersama Laudya Cynthia Bella di Jakarta Aesthetic Clinic. Dok JACDr.Olivia Ong bersama Laudya Cynthia Bella di Jakarta Aesthetic Clinic.

KOMPAS.com – Suntik filler menjadi terapi yang populer untuk memperbaiki kontur wajah karena hasilnya instan. Di dunia kedokteran estetika terdapat lebih dari 200 jenis filler yang masing-masing memiliki keunggulan tersendiri.

Ada merek filler yang hasilnya bagus untuk memberikan kontur, ada yang efektif memberikan volume, ada pula merek yang lebih unggul dalam hal memperbaiki kualitas kulit, dan sebagainya.

Untuk mendapatkan beberapa manfaat filler dalam satu kali suntik, saat ini sudah ada inovasi Filler Hybrid. Di Indonesia, klinik Jakarta Aestethic Clinic (JAC) menjadi pelopornya.

Dijelaskan oleh pendiri JAC, dr.Olivia Ong, filler hybrid merupakan gabungan teknologi filler premium sesuai kebutuhan setiap pasien.

Baca juga: Radang hingga Kematian Jadi Risiko Pengguna Filler Payudara

“Dari gabungan ini akan saling menguatkan dan melipatgandakan hasilnya, dari pada jika filler disuntikkan terpisah,” kata Olivia dalam acara Ramadhan Beauty Talk yang diadakan secara virtual (22/4/2021).

Ia mengatakan, dari gabungan dua jenis filler, bisa didapatkan enam manfaat sekaligus. Misalnya saja menciptakan kontur, memberikan volume, mengangkat area wajah tertentu, memperbaiki kualitas kulit, menjangkau area perawatan yang lebih luas, hingga tahan lebih lama.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nara sumber dalam acara Ramadhan Beauty Talk yang diadakan Jakarta Aesthetic Clinic (22/4/2021).
Dok JAC Nara sumber dalam acara Ramadhan Beauty Talk yang diadakan Jakarta Aesthetic Clinic (22/4/2021).

Kendati demikian, menurut Olivia, menggabungkan filler tidak bisa sembarangan.

“Enggak bisa sembarangan, harus benar-benar mengerti. Wajah setiap pasien berbeda dan unik. Kemampuan mendiagnosa yang tepat untuk meresepkan filler yang akan digabungkan diperlukan. Itu seperti meracik obat,” ujarnya.

Aktris dan influencer Sabrina Chairunnisa merupakan orang pertama yang mencoba filler hybrid ini. Ia melakukan suntik filler untuk memperbaiki wajah yang dirasanya kurang simetris.

Baca juga: Perawatan Estetika dengan Masa Pemulihan Pendek Lebih Dicari

“Problem aku muka asimetris. Pipi sebelah kiri lebih tirus dan dengan semakin bertambahnya usia terlihat makin tirus. Setelah filler langsung berasa, tidak hanya mengisi tapi juga mengangkat,” ujar Sabrina dalam acara yang sama.

Sementara itu influnecer Astrid Satwika yang juga melakukan perawatan filler yang sama memilih filler untuk mengatasi masalah kulit sensitif.

“Fillernya di-custom sesuai kondisi. Aku hanya fokus pada meningkatkan skin quality karena aku suka wajah glowing, glass skin,” katanya.

Astrid mengaku puas dengan hasilnya karena kulitnya terlihat lebih kenyal dan segar, garis-garis kehitaman di lehernya pun mulai pudar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.