Kompas.com - 26/04/2021, 16:44 WIB
Ilustrasi anak bermain shutterstockIlustrasi anak bermain
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Orangtua tentu menginginkan anaknya tumbuh sehat, bahagia, dan dalam kondisi yang aman.

Karenanya, ketika anak bermain, orangtua sering mengucapkan kata "hati-hati!", harapannya agar anak tidak terpeleset atau terjatuh.

Namun rupanya, kata "hati-hati!" tidak membantu anak untuk lebih waspada atas perilakunya.

Ketika anak mendengar "hati-hati!" dari orangtua, maka anak akan menjadi terlalu berhati-hati dan mencegah anak untuk mengambil risiko.

Padahal, menurut para ahli di VeryWell Family, pengambilan risiko penting untuk kesehatan dan tumbuh kembang anak.

Sebagai contoh, ketika anak bermain di taman, ada beberapa objek yang kita anggap berbahaya bagi anak, seperti perosotan, anak tangga, dan banyak lagi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Objek-objek di tempat bermain sebenarnya dapat membantu memperkuat otot, tulang, paru-paru, dan jantung anak.

Aktivitas lain seperti bersepeda dan berolahraga di luar, yang juga kerap dianggap berbahaya, sebenarnya bisa membuat anak lebih sehat.

Pengambilan risiko akan membantu anak membangun kepercayaan diri, pengaturan diri, dan bahkan anak menjadi lebih mandiri.

Menurut Bright Horizons, menghalangi kesempatan anak untuk mengambil risiko akan membatasi pertumbuhan emosional dan kognitif anak.

Sederhananya, kata "hati-hati!" akan memberikan batasan bagi anak untuk berkembang.

Selain itu, jika orangtua mengatakan "hati-hati!" terlalu sering, maka akan ada keraguan dan kecemasan di dalam diri anak.

Satu studi yang dilakukan oleh tim di Macquarie University menemukan, anak yang menerima isyarat fisik dan verbal seperti "hati-hati!" dari orangtua lebih mungkin mengembangkan gangguan kecemasan di masa depan.

Baca juga: Ayo Perkenalkan Permainan Tradisional agar Anak Lebih Sehat

Ganti dengan kata-kata lain

Ilustrasi anakshutterstock Ilustrasi anak
Daripada mengingatkan anak dengan kata "hati-hati!" saat anak mencoba main perosotan atau jungkir balik, kita bisa menggunakan kata-kata yang sifatnya mendorong pertumbuhan dan perkembangan anak.

Josee Bergeron, penulis di Backwoods Mama mengatakan ada banyak frasa berbeda yang bisa digunakan orangtua untuk anak yang mendorong kesadaran tanpa membatalkan pengambilan risiko.

Ia mencontohkan beberapa frasa seperti "perhatikan bagaimana itu", "apakah kamu melihat itu", atau "bisakah kamu mendengarnya" untuk mengingatkan anak yang sedang bermain.

Dengan frasa tersebut, anak bisa menyadari kemungkinan adanya bahaya lewat cara yang mendorong anak untuk berpikir dan bertindak secara mandiri.

Frasa yang dicontohkan oleh Bergeron tidak mendorong anak untuk merasa ragu atau menghalangi keinginan anak melakukan eksplorasi.

Sebaliknya, frasa tersebut mendorong rasa ingin tahu dan mengajarkan anak bagaimana menyadari kondisi lingkungan di sekitarnya.

Baca juga: 6 Manfaat Bermain bagi Anak, dari Fisik hingga Emosional

Begitu pula dengan frasa seperti "cobalah bergerak" atau "cobalah menggunakan itu". Dua frasa ini dapat membantu membimbing anak melewati situasi menantang saat anak merasa tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Juga, kedua frasa itu membantu anak belajar dengan tepat apa yang harus dilakukan dalam sebuah situasi.

Anak kemudian dapat menyimpan kata-kata "cobalah bergerak" atau "cobalah menggunakan itu" dari orangtuanya untuk digunakan di masa mendatang.

Frasa seperti "apakah yang kamu rasakan" dapat membantu anak belajar untuk memeriksa emosinya saat ia bermain.

Menyadari emosi pada anak penting untuk membantu anak mengatur diri dan terhindar dari situasi yang dapat menyebabkan anak panik atau marah.

Dengan mengajarkan anak untuk mengetahui emosinya, orangtua membantu anak meminimalkan ketidakmampuan mengatur emosi saat ia tumbuh menjadi remaja dan dewasa.

Baca juga: Pentingnya Bermain Bebas pada Anak Usia Balita

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Moms
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.