Kompas.com - 27/04/2021, 19:00 WIB

3. Membeli televisi atau video game

Menurut data tahun 2015 dari Nielsen, orang dewasa dalam rumah tangga dengan pendapatan tahunan di bawah 25.000 dollar AS menghabiskan lebih banyak waktu dengan menonton televisi atau bermain video game.

Fenomena tersebut tidak terlihat pada orang dengan pendapatan tahunan di atas 75.000 dollar AS. Dengan kata lain, orang kaya tidak sempat menonton televisi.

"Kami memprediksi rumah tangga berpenghasilan tinggi memiliki lebih banyak perangkat, tetapi kami tidak mengantisipasi konsumen berpenghasilan rendah memiliki penggunaan perangkat yang lebih besar."

Baca juga: 4 Masalah Kesehatan akibat Main Video Game Menurut Penelitian

4. Membeli barang mewah dari merek ternama

Pendiri IKEA, Ingvar Kamprad, mengatakan kepada Newsweek bahwa dia hanya memakai barang dari pasar "loak" untuk memberikan contoh yang baik.

Sedangkan, Bill Gates mengatakan kepada Time bahwa dia masih memakai jam tangan seharga 10 dollar AS. Padahal, melihat kekayaan yang dia miliki, mengisi lemari di rumahnya dengan ratusan arloji Omega bukan hal mustahil.

5. Membeli rumah mahal

Orang kaya ingin mendapatkan nilai terbaik atas uang yang dibelanjakan. Mereka dapat menghabiskan jutaan dollar AS, namun mereka juga melakukan penawaran saat membeli barang.

Beberapa orang kaya bahkan tidak membeli rumah mewah. Menurut US News and World Report, Warren Buffett -- orang terkaya ketiga di dunia-- masih tinggal di rumah yang dia beli pada tahun 1958 seharga 31.500 dollar AS.

Baca juga: Pertama Kalinya, Nilai Kekayaan Warren Buffett Lampaui Rp 1.440 Triliun

6. Memilih membeli daripada menyewa

Ada orang kaya yang tidak mau repot membeli rumah. Banyak yang memilih untuk menyewa, menurut pembawa acara Extra's Mansions and Millionaires, Michael Corbett.

"Menyewa rumah lebih populer dari sebelumnya, bahkan di kalangan orang kaya," kata Corbett kepada The Huffington Post.

7. Melakukan perawatan dengan biaya mahal

Setiap orang membutuhkan perawatan sesekali, tetapi beberapa orang kaya beranggapan perawatan tidak memerlukan biaya.

John Caudwell, pengusaha dan miliarder memotong rambutnya sendiri, menurut Time.

Kemudian, pendiri IKEA Ingvar Kamprad mengatakan kepada Newsweek bahwa dia memotong rambutnya ketika berada di negara berkembang sebagai caranya untuk memberi kembali kepada sesama.

Baca juga: 3 Tips Menjadi Lebih Kaya di Tahun 2021, Mau Coba?

8. Memiliki banyak kartu kredit

Tom Corley, penulis buku "Rich Habits: The Daily Habits of Successful People" mengungkapkan fakta unik kepada US News and World Report.

Menurut dia, hanya delapan persen orang kaya yang menggunakan lebih dari satu kartu kredit. Sedangkan, 77 persen orang yang kurang mampu memiliki banyak kartu kredit.

Jika kita memiliki lebih banyak kartu kredit, ada lebih banyak biaya yang harus diperhatikan dan dikumpulkan.

Kartu kredit hanya memperbesar kesempatan kita untuk membeli barang yang sebenarnya tidak kita butuhkan.

Baca juga: Ketahui, 9 Kondisi Berbahaya untuk Gunakan Kartu Kredit

9. Biaya keterlambatan atau denda

Tidak ada orang yang mau membayar biaya keterlambatan atau denda ketika sebuah tagihan atau pembayaran terlewat, terutama orang kaya.

Itulah mengapa orang kaya rajin menyiapkan pembayaran otomatis di semua akun mereka, mulai dari pembayaran mobil hingga kartu kredit dan asuransi.

10. Membeli barang yang tidak bertahan lama

Orang kaya memiliki uang untuk mengganti barang yang rusak, tapi mereka tidak ingin membuang-buang uang dengan cara tersebut. Karenanya mereka lebih memilih barang mahal tapi berkualitas tinggi dan awet.

11. Membeli perangkat baru

Penelitian menunjukkan, uang dan materi hanya menghasilkan kebahagiaan. Sebaliknya, pengalaman bermakna menuntun pada kehidupan yang benar-benar memuaskan.

Menurut Jaime Tardy, penulis "The Eventual Millionaire", orang kaya memilih mendapatkan pengalaman sekali seumur hidup daripada membeli gadget baru.

Baca juga: Jeff Bezos Jadi Orang Terkaya di Dunia Versi Forbes, Segini Kekayaannya

12. Pensiun

Bagi orang kaya, pensiun bukanlah fokus yang dikejar, terutama karena jutawan tidak berencana untuk pensiun, menurut CNBC.

Sebuah studi 2010 dari Barclay's Wealth yang diterbitkan di CNBC menemukan, sebanyak 54 persen jutawan ingin bekerja sampai masa pensiun mereka.

Studi juga mengungkap, 60 persen orang dengan kekayaan bersih 15 juta dollar AS berencana untuk terus bekerja, tidak memedulikan usia mereka.

13. Berjudi

Orang kaya tidak mau membuang uang untuk berjudi. Hal ini dikatakan oleh Warren Buffet. Menurutnya, perjudian yang dilegalkan di sebuah negara akan berdampak negatif.

Dia meletakkan mesin slot (yang biasa terdapat di kasino) untuk memberikan contoh kepada anak-anaknya.

Menurut Buffet, ketika dia memberi izin pada anak untuk memainkan mesin slot tersebut, anak akan jatuh ke dalam godaan dan akhirnya menghabiskan uang dalam satu hari.

Baca juga: Selain Berhemat, Ini Cara Jadi Sultan di Usia Muda

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.