Kompas.com - 29/04/2021, 08:58 WIB
Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada masyarakat di kawasan Ubud, Gianyar, Bali, Selasa (16/3/2021). Kegiatan vaksinasi massal tersebut dilakukan kepada ratusan orang dari berbagai komponen masyarakat untuk mencegah penyebaran pandemi COVID-19 sekaligus sebagai upaya mewujudkan kawasan Ubud sebagai salah satu dari tiga zona hijau COVID-19 yang disiapkan dibuka kembali untuk pariwisata. ANTARA FOTO/FIKRI YUSUFVaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada masyarakat di kawasan Ubud, Gianyar, Bali, Selasa (16/3/2021). Kegiatan vaksinasi massal tersebut dilakukan kepada ratusan orang dari berbagai komponen masyarakat untuk mencegah penyebaran pandemi COVID-19 sekaligus sebagai upaya mewujudkan kawasan Ubud sebagai salah satu dari tiga zona hijau COVID-19 yang disiapkan dibuka kembali untuk pariwisata.

KOMPAS.com - Semakin banyak orang yang menerima vaksin Covid-19 membuat harapan pandemi segera teratasi semakin besar.

Vaksin Covid-19 bekerja lebih efektif apabila diberikan sebanyak dua dosis. Di sisi lain, beberapa orang ada yang melewatkan vaksinasi tahap kedua karena alasan tertentu.

Satu dosis vaksin memang dapat memberi perlindungan dari virus korona. Tetapi risiko tertular Covid-19 paling rendah jika mendapatkan dua dosis.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) belum lama ini mengkonfirmasi jika dua dosis vaksin lebih baik daripada satu.

Temuan ini didapat setelah dilakukan penelitian terhadap hampir 4.000 petugas kesehatan, penerima pertama, dan pekerja garda depan.

Baca juga: Terpapar Corona Setelah Terima Vaksin Pertama, Bagaimana Dosis Kedua?

Dalam penelitian yang dilakukan pada 14 Desember 2020 hingga 13 Maret 2021, peneliti menemukan satu dosis vaksin memberikan perlindungan sebesar 80 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Angkanya meningkat menjadi 90 persen apabila vaksin kedua diberikan dua minggu setelah dosis pertama.

Selain itu, perlindungan satu dosis vaksin tidak bertahan selama perlindungan bila mendapatkan dua dosis vaksin.

"Ini karena jenis respons imun berbeda dirangsang oleh suntikan kedua," kata Ahmad Kamal, MD, MSc dari Santa Clara Valley Medical Center kepada Health.

Bahkan setelah menerima vaksin dosis kedua, tubuh belum sepenuhnya terlindungi dari Covid-19.

"Efek perlindungan baru bekerja dua minggu setelah vaksin dosis kedua diberikan," ujar Purvi Parikh, MD, dari NYU Langone.

Baca juga: Jokowi: Penyuntikan Vaksin Covid-19 Baru 19 Juta Dosis, Harus Kita Kejar

Sementara itu, beberapa orang mungkin melewatkan dosis kedua karena melupakan jadwal pemberian vaksin.

Terkait hal ini, Dr. Parikh menyarankan untuk mendapatkannya secepat mungkin.

"Manfaatnya akan tetap sama tetapi harus mendapatkannya secepat mungkin sehingga tidak terinfeksi di antara pemberian dua dosis," katanya.

Hingga saat ini, belum ada penelitian lain terkait batas maksimal pemberian vaksin Covid-19 dosis kedua.

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan menetapkan batas waktu atau interval pemberian vaksin dosis kedua pada orang berusia produktif adalah 28 hari setelah vaksin dosis pertama diberikan.

Baca juga: Menkes: Vaksin Covid-19 Hanya Salah Satu Cara, Paling Penting Terapkan Protokol Kesehatan

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X