Kompas.com - 29/04/2021, 14:32 WIB
Ilustrrasi Inflammatory bowel disease, penyakit autoimun saluran pencernaan SHUTTERSTOCK/ sdecoretIlustrrasi Inflammatory bowel disease, penyakit autoimun saluran pencernaan

KOMPAS.com – Beberapa penyakit sulit didiagnosis jika hanya mengandalkan pemeriksaan fisik atau pun wawancara pasien. Terkadang dokter membutuhkan pemeriksaan organ dalam sehingga dibutuhkan alat khusus, salah satunya endoskop.

Pemeriksaan dengan alat endoskop disebut juga dengan endoskopi. Lewat alat ini dokter dapat melihat secara visual melalui layar monitor, sehingga dapat dilihat dengan jelas setiap kelainan organ yang diperiksa.

Dengan endoskopi, dokter bisa mendapatkan informasi lebih banyak dan akurat dibandingkan dari hasil yang diperoleh menggunakan cara tidak langsung seperti menggunakan X-ray maupun scan.

Layanan terpadu untuk pemeriksaan endoskopi kini tersedia di RSIA Bunda Jakarta.

Baca juga: Tampak Lemah, Ashanty Beberkan Proses Menyakitkan Sebelum Jalani Endoskopi

 

Kasus-kasus kompleks yang bisa ditangani di pusat endoskopi ini misalnya pertolongan pertama pada anak yang menelan benda asing, kerongkongan atau faring yang sempit, gangguan pencernaan seperti Gerd, dan masih banyak lagi.

Dijelaskan oleh Managing Director Bundamedik Healthcare System, Nurhadi Yudhiyanto, kemajuan teknologi membuat fungsi endoskopi semakin beragam.

Endoskopi banyak digunakan untuk memberikan intervensi medis tanpa harus melalui pembedahan, misalnya menghentikan pendarahan saluran cerna, melebarkan saluran cerna yang sempit, mengangkat polip (daging tumbuh), memasang akses makan melalui lambung untuk anak yang memerlukan pemasangan selang makan ke lambung (NGT), maupun mengambil benda asing.

Baca juga: Anak Menelan Permen Karet, Mainan, atau Benda Berbahaya, Harus Apa?

Tindakan pemeriksaan organ dalam dengan endoskopi di Bunda Endoscopy Center Jakarta.Dok RSIA Bunda Tindakan pemeriksaan organ dalam dengan endoskopi di Bunda Endoscopy Center Jakarta.

Ada beberapa kondisi pencernaan pada anak yang membutuhkan tindakan endoskopi, misalnya nyeri ulu hati yang sudah berlangsung lama, sakit perut yang lama, anak kesulitan menelan, sembelit berat, atau anak dengan muntah darah dan ada darah di fesesnya.

“Kasus sederhana seperti nafas yang berbunyi, sebaiknya jangan diabaikan karena hal seperti ini mengindikasikan sesuatu. Dengan adanya Bunda Endoscopy Center ini, pasien bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan tim dokter RSIA Bunda Jakarta,” ujar Dr. dr. Elvie Zulka, Sp. THT.

Pemeriksaan endoskopi juga tergolong aman sebab hanya dilakukan 5 menit sampai 10 menit. Sebab, endoskopi bukan tindakan besar.

Baca juga: Cara Membersihkan Usus Agar Pencernaan yang Lebih Sehat



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X